Suara.com - Mantan Calon Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil (RK) menjadi sorotan setelah secara terbuka memberikan ucapan selamat kepada kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, ucapan selamat juga ditujukan RK khusus kepada Dedi Mulyadi dan Pramono Anung seusai keduanya resmi dilantik sebagai gubernur.
"Selamat bertugas untuk para sahabat saya, Kang Dedi Mulyadi dan Kang Erwan Setiawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Juga kepada Mas Pramono Anung dan Bang Rano Karno sebagai Gubernur Daerah Khusus Jakarta. Dan seluruh kepala daerah yang baru dilantik," tulis RK dikutip Suara.com, Jumat (21/2/2025).
Menurut RK, setiap zaman memang pasti ada pemimpinnya. Begitu pula bahwa setiap pemimpin punya zamannya sendiri. Politisi Golkar itu meyakini kalau jabatan dan kekuasaan sejatinya akan selalu digilir.
"Teriring doa dan salam hormat untuk semua kepala daerah dalam perjalanan memimpin wilayah wilayah ini untuk lebih maju, adil dan sejahtera," tutup RK.
Postingan itu langsung menuai sorotan netizen. Tak sedikit yang memuji sikap RK karena dinilai bisa bersikap menerima dengan lapang dada setelah kalah dalam Pilkada Jakarta 2024.
Di sisi lain, ada pula netizen yang meledek mantan Gubernur Jawa Barat itu dengan kekalahan tersebut.
"Bener kan Pak cari kerja di Jakarta teh susah," ledek netizen @ridwxxxx.
"Kursi Jabar 1 hari ini adalah Hasil dari RK mju DKI.. tapi tetap, kita dukung Untuk Jabar lebih baik.. selamat bertugas Gubernur Jabar yg Baru.. kami tunggu hasil kerja nya. Saya tidak tertarik akan Konten2 youtube nya.. meunang meureun?" komentar akun @rizqxxxx.
"Plot twist, Pak RK disimpen Prabowo di Jakarta supaya KDM (kader Gerindra) bisa menang di Jabar," kata akun @novaxxxxx.
Baca Juga: Menggema usai Band Sukatani Dibredel, "Bayar Polisi" Trending di X: Kok Takut Sama Lagu, Cemen!
Berita Terkait
-
Ngaku Efisiensi tapi Undang Dewa 19, Tulisan "Lounching" Acara Kementerian PKP Tuai Cibiran: Mereka Sekolah Gak Sih?
-
Megawati Larang Kader PDIP Ikut Retret Kepala Daerah, Wagub Rano Karno Ngaku Pilih Fokus Kerja
-
Menggema usai Band Sukatani Dibredel, "Bayar Polisi" Trending di X: Kok Takut Sama Lagu, Cemen!
-
Sukses Kabur ke Jerman, Guru TK Skakmat Bahlil usai Ngoceh Nasionalisme: Bapak Udah Bisa Kasih Makan Rakyat?
-
Nunduk Baca Teks, Public Speaking Widiyanti Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo Ramai Dicibir: Kayak Bocah SMP Presentasi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental