Suara.com - Google telah mengembangkan sistem matematika kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengalahkan peraih medali emas manusia di Olimpiade Matematika Internasional (IMO).
AlphaGeometry2, pemecah masalah AI mampu memecahkan 84 persen masalah geometri yang diajukan di IMO, sedangkan peraih medali emas hanya dapat memecahkan 81,8 persen dari masalah tersebut secara rata-rata.
Masalah IMO dikenal karena tingkat kesulitannya, dan memecahkannya memerlukan pemahaman yang mendalam tentang konsep matematika, sesuatu yang belum dapat dicapai oleh model AI hingga saat ini.
Direkayasa oleh DeepMind, AlphaGeometry berhasil mencapai kinerja setara dengan peraih medali perak pada bulan Januari tahun lalu saat diluncurkan. Namun, setahun kemudian, Google mengklaim kinerja sistem yang ditingkatkan telah melampaui tingkat rata-rata peraih medali emas.
Untuk meningkatkan kemampuan sistem, perusahaan yang berbasis di California tersebut mengatakan bahwa mereka memperluas bahasa AlphaGeometry asli untuk mengatasi masalah yang lebih sulit yang melibatkan pergerakan objek, dan masalah yang berisi persamaan linear sudut, rasio, dan jarak.
"Hal ini, bersama dengan penambahan lainnya, telah meningkatkan tingkat cakupan bahasa AlphaGeometry pada masalah geometri IMO 2000-2024 dari 66 persen menjadi 88 persen."
Dengan menggunakan alat AI Gemini yang canggih, Google juga meningkatkan proses pencarian AlphaGeometry2 agar lebih baik dalam pemodelan bahasa.
"Tim tersebut juga memperkenalkan kemampuan AI untuk bernalar dengan menggerakkan objek geometris di sekitar bidang - memungkinkannya menggerakkan titik di sepanjang garis untuk mengubah tinggi segitiga, misalnya - dan untuk memecahkan persamaan linear."
Meskipun mencapai tingkat efisiensi yang luar biasa sebesar 84 persen dalam memecahkan masalah matematika yang rumit, Google mengatakan masih ada ruang untuk perbaikan.
Baca Juga: Bakal Gebrak Tanah Air, Infinix Note 50 Akan Dilengkapi DeepSeek
"Bahasa domain kami tidak memungkinkan pembicaraan tentang jumlah titik yang bervariasi, persamaan non-linear, dan masalah yang melibatkan pertidaksamaan, yang harus ditangani untuk menyelesaikan geometri sepenuhnya," jelas Google.
Menurut para peneliti DeepMind, rencana jangka panjang terkait AG2 adalah untuk memberikan otomatisasi penuh pemecahan masalah geometri, tanpa kesalahan apa pun. Mereka juga berencana untuk mempercepat proses inferensi dan keandalan sistem.
Berita Terkait
-
Fitur AI HP Flagship Honor Edit Foto Jadul Manchester United, Begini Hasilnya
-
Lebih Cepat dari Kalkulator: Aaryan Shukla Jadi Jenius Matematika yang Memukau Dunia!
-
OpenAI Operator Bisa Jalankan Banyak Tugas, Tapi Tak Lolos dari CAPTCHA
-
Akankah Robot Gantikan Manusia? Protoclone, Robot Anatomi Manusia Pertama Kini Viral!
-
Bakal Gebrak Tanah Air, Infinix Note 50 Akan Dilengkapi DeepSeek
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kronologi Wafatnya Jubir IKN Troy Pantouw, Berawal dari Panggilan Tak Terjawab
-
Beda Sepeda Gunung Hardtail vs Full Suspension? Ini Kelebihan dan Rekomendasinya
-
Cari HP Rp5 Jutaan? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Kamera
-
5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
-
Tantangan Menjaga Cita Rasa Autentik di Tengah Maraknya Tren Fusion Food
-
Ada Film Jaemin dan Jeno NCT, Intip 5 Film Terbaru Akhir Pekan di Bioskop!
-
Dari Angkot hingga MRT: Bagaimana Transportasi Publik Jakarta Menemani Perjalanan Hidupku
-
Pundi-pundi Uang di Piala Presiden 2026, 24 Ribu Tiket Ludes Terjual di Laga Pembuka
-
Pendidikan Masa Depan Butuh Lebih dari Sekadar Prestasi Akademik, Ini Alasannya
-
Sunscreen Tanpa White Cast Apa Saja? Ini 6 Rekomendasi Produk Lokal untuk Wajah Mulus