Suara.com - Pengacara Hotman Paris Hutapea kini dikabarkan sedang dirawat di Singapura diduga imbas terkena gigitan berang-berang peliharaannya ketika sedang berenang bersama.
Terkait kabar sakit yang menimpa Hotman turut ditanggapi oleh Ahli biologi satwa liar, Indira Tendi. Lewat cuitan di akun X pribadinya, @indiratendi pada Selasa (25/2/2025) kemarin, memberikan peringatan bagi orang-orang yang masih memelihara satwa liar.
"Hotman Paris ngedrop & diopname karena digigit otter peliharaannya. Makanya jangan pelihara satwa liar ya guys," ujarya dikutip Suara.com, Rabu (26/2/2025).
Pemerhati Orangutan itu pun menjelaskan jika satwa liar masih memiliki insting yang membahayakan keselamatan orang-orang yang memeliharanya.
"Mereka masih punya insting liar, bisa berbahaya untuk kamu & anggota keluargamu," ujar Indira.
Indira pun meminta kepada semua pihak mengambil pelajaran dari peristiwa Hotman Paris yang kena gigitan berang-berang peliharannya itu. Dia berharap pihak-pihak yang sempat merawat satwa liar bisa mengembalikan hewan-hewan itu ke habitatnya.
"Biarkan satwa liar hidup bebas di habitatnya," cuitnya.
Kronologi Hotman Digigit Berang-berang
Sebelumnya, Hotman Paris mengaku sempat digigit saat berenang bersama berang-berang peliharannya. Pengakuan itu disampaikan Hotman lewat unggaan di akun Instagram pribadinya, Selasa (24/2) lalu.
"Kejadiannya berawal dari tanggal delapan pagi, saya berenang dengan berang-berang jam 4 Subuh, tapi salah satu berang-berang binatang peliharaan saya menggigit tangan saya," curhatnya.
Setelah tangannya digigit berang-berang, Hotman pun mengaku kondisi kesehatannya langsung nge-drop. Penurunan kesehatan itu terjadi lantaran Hotman tetap berkegiatan ke sejumlah daerah.
Bahkan, Hotman pun mengaku kondisi tubuhnya nge-drop karena hemoglobin alias BH-nya makin menurun. Akhirnya, Hotman pun terbang ke Singapura untuk menjalani pengobatan usai terkena gigitan berang-berang.
"Dan rencananya, agar saya benar-benar fit, pagi ini anak sulung saya, Frank sudah menyiapkan private jet gang akan terbang ke Singapura jam 9 pagi untuk melakukan pemeriksaan lengkap utuh," imbuh Hotman Paris.
Berita Terkait
-
Bujuk Band Sukatani jadi Duta Kapolri, YLBHI Sebut Jenderal Listyo Keliru: Harusnya Dia jadi Duta Kebebasan Berekspresi
-
Kasus Polisi Intimidasi Band Sukatani, YLBHI: Bentuk Pembangkangan terhadap Perintah Kapolri
-
Feri Amsari Kritik Telak Raffi Ahmad dan Deddy Corbuzier Masuk Kabinet Prabowo: Jadi Republik Content Creator!
-
Koar-koar Ogah Terima Gaji, Pakar Kuliti 'Cuan' Deddy Corbuzier jadi Stafsus Menhan: Jumlahnya Lebih Besar dari Gajinya!
-
Berdamai Dulu? Rocky Gerung soal Kader PDIP Diizinkan Ikut Retret Magelang: Jokowi Ingin Mega Tunduk ke Prabowo
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang
-
Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran
-
Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
-
Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan
-
Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas
-
Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia