Suara.com - Penusukan di kota Haifa, Israel, pada hari Senin menewaskan satu orang dan penyerang Arab Israel, kata pihak berwenang, dalam serangan fatal pertama sejak gencatan senjata Gaza dimulai pada bulan Januari.
Penusukan itu terjadi satu hari setelah Israel memblokir bantuan ke Jalur Gaza selama kebuntuan mengenai perpanjangan gencatan senjata di wilayah Palestina.
Fase pertama gencatan senjata selama enam minggu berakhir pada akhir pekan. Gencatan senjata memungkinkan masuknya makanan penting, tempat tinggal, dan bantuan medis ke Gaza. Keputusan Israel mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyerukan pemulihan bantuan segera.
Serangan hari Senin terjadi di sebuah stasiun bus dan kereta api di Haifa, sebuah kota pesisir besar di Israel utara yang dihuni oleh penduduk campuran Yahudi dan Arab.
"Seorang teroris keluar dari bus, menikam beberapa warga sipil, dan kemudian dinetralisir oleh seorang penjaga keamanan dan seorang warga sipil di tempat kejadian," kata polisi.
Layanan darurat Magen David Adom Israel mengatakan mereka menyatakan seorang pria berusia sekitar 70 tahun meninggal, dan merawat empat orang lainnya yang terluka.
Polisi mengidentifikasi penyerang sebagai anggota minoritas Arab Druze di Israel.
Setelah perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, serangan berulang -- yang sering kali melibatkan pisau -- menewaskan atau melukai orang-orang di Israel. Pihak berwenang sering menyalahkan "teroris", istilah yang mereka gunakan untuk insiden yang terkait dengan konflik Israel-Palestina.
Baca Juga: Prancis dan Inggris Usulkan Gencatan Senjata Satu Bulan di Ukraina
Berita Terkait
-
Indonesia Kecam Upaya Israel Lemahkan Perjanjian Gencatan Senjata di Gaza
-
Pidato Paling Politik di Oscar 2025: No Other Land Karya Sineas Palestina-Israel
-
Krisis Gaza Memburuk: Ribuan Pengungsi Tanpa Tempat Tinggal, Bantuan Tersendat
-
Serangan Drone Israel Tewaskan 2 Warga Palestina di Gaza, Gencatan Senjata Goyah
-
Prancis dan Inggris Usulkan Gencatan Senjata Satu Bulan di Ukraina
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!