Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengundang Eli Sharabi, seorang sandera Israel yang baru saja dibebaskan, ke Gedung Putih setelah mendengar kisah menyedihkan yang ia alami selama 16 bulan dalam tahanan Hamas.
Eli Sharabi, yang dibebaskan bulan lalu setelah diculik sejak Oktober 2023, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Trump pada hari Selasa, menurut pernyataan saudaranya, Sharon, kepada surat kabar Israel Haaretz.
Dalam sebuah wawancara dengan Channel 12 Israel, Sharabi mengungkapkan penderitaan yang dialaminya, termasuk penyiksaan, kelaparan, serta dipukuli dan dirantai oleh para penculiknya. Setiap kali kondisi tahanan pejuang Hamas di penjara Israel diperketat, ia dan sandera lainnya mengalami perlakuan yang semakin brutal.
Cuplikan wawancara tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan ditunjukkan kepada Presiden Trump, yang dikabarkan sangat terkejut.
“Undangan ini memberikan inspirasi. Menghangatkan hati bahwa Trump memahami urgensi situasi ini. Saya berharap pertemuan ini akan membantu membawa sandera lainnya pulang,” ujar Sharon.
Sharabi dan beberapa mantan sandera lainnya akan terbang ke Washington D.C. dengan pesawat yang disediakan oleh Miriam Adelson, seorang warga Israel-Amerika yang juga merupakan donor utama Trump. Mereka dijadwalkan berbicara langsung dengan Trump mengenai pentingnya mempercepat negosiasi pembebasan sandera lainnya.
Keluarga Sharabi mengungkapkan bahwa sebelum diculik dari rumahnya di Kibbutz Be’eri pada 7 Oktober, para penculiknya terlebih dahulu menembak mati anjingnya dan membunuh istri serta kedua putrinya yang masih remaja. Kakaknya, Yossi, yang juga disandera, tewas tahun lalu di Gaza akibat serangan tentara Israel yang menghantam sebuah gedung tempat ia ditahan.
Selama dalam tahanan, Sharabi kehilangan 40% berat badannya akibat kelaparan dan kondisi buruk yang dialaminya, menurut laporan Times of Israel.
Sharabi dibebaskan dalam tahap pertama kesepakatan gencatan senjata yang menghasilkan pembebasan 29 sandera lainnya serta pemulangan delapan jenazah warga Israel. Namun, hingga saat ini, masih ada 59 sandera yang diyakini berada dalam tawanan Hamas di Jalur Gaza.
Baca Juga: Trump Tegaskan AS Tak Perlu Khawatir Berlebihan terhadap Putin
Dalam pertemuan dengan Trump, Sharabi dan para mantan sandera lainnya akan menyampaikan pentingnya melanjutkan negosiasi pembebasan sandera serta mencari solusi atas konflik yang masih berlangsung.
Undangan dari Trump ini menunjukkan kepeduliannya terhadap para korban dan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pembebasan sandera yang masih tertahan.
Berita Terkait
-
Trump Tegaskan AS Tak Perlu Khawatir Berlebihan terhadap Putin
-
Trump: Khawatirkan Kriminal, Bukan Putin! Pernyataan Kontroversial Picu Ketegangan Baru
-
Menang Oscar, Kreator No Other Land Desak untuk Hentikan Serangan Genosida ke Palestina
-
Zelenskyy Klaim Tidak Mudah untuk Menggantikannya Menjadi Presiden Ukraina
-
Arab Saudi Kecam Israel atas Pemblokiran Bantuan ke Gaza
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas, DPR Desak Sistem Perlindungan Diperkuat hingga Level RT/RW
-
Keadilan untuk Arianto Tawakal: Kakak Korban dan 12 Orang Jadi Saksi dalam Sidang Etik Oknum Brimob
-
Nadiem Makarim Bantarkan Sidang Korupsi Akibat Pendarahan Hebat hingga Masuk Rumah Sakit 4 Hari
-
BGN Atur Skema MBG Selama Libur Lebaran, Begini Teknis Distribusinya
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
ABK Dituntut Hukuman Mati terkait Sabu 2 Ton, DPR Ingatkan Hakim: Itu Opsi Terakhir
-
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp140 Ribu di Awal Ramadan, Ini Penyebab Utamanya
-
Kasat-Kanit Polres Toraja Utara Dipatsus, Mabes Polri: Tak Ada Ampun bagi Anggota Terlibat Narkoba
-
Sopir Tertidur Picu Tabrakan Adu Banteng Transjakarta di Cipulir, 24 Orang Luka-Luka
-
10 Fakta Pilu Oknum Brimob Aniaya Pelajar Hingga Tewas di Tual Maluku