Suara.com - Kementerian Luar Negeri Bulgaria mengungkapkan bahwa seorang warga negara Bulgaria yang bekerja untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meninggal dunia pada hari Rabu, 19 Maret 2025, di Jalur Gaza.
Kementerian menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah hasil investigasi atas insiden tersebut diketahui.
Kematian ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut akibat konflik Israel-Palestina yang kembali memanas.
Kementerian Kesehatan Gaza, yang dikuasai Hamas, melaporkan bahwa seorang pekerja asing PBB tewas dan lima lainnya mengalami luka parah akibat serangan yang diduga dilakukan Israel terhadap kantor pusat PBB di Deir al-Balah, provinsi tengah Gaza.
Korban luka dilaporkan telah dilarikan ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.
Rekaman menunjukkan ambulans dan kendaraan PBB mengangkut tiga pria yang terluka, dengan dua di antaranya tampak mengalami cedera kaki dan satu lainnya memiliki luka di lengan serta perut.
Namun, militer Israel membantah tuduhan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa mereka tidak melakukan serangan terhadap kompleks PBB di Deir al-Balah.
Duta Besar Israel untuk Bulgaria, Yosef Levi Sfari, juga menyampaikan belasungkawa melalui posting di Facebook, seraya menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, kematian warga Bulgaria tersebut tidak terkait dengan operasi militer Israel.
Baca Juga: Tragedi Gaza: Ibu Hamil dan Bayinya Tewas dalam Serangan Udara Israel di Kamp Pengungsian
"Kami menyampaikan kesedihan atas kematian warga negara Bulgaria, seorang pekerja PBB, hari ini di Jalur Gaza," tulisnya.
Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS) mengkonfirmasi bahwa salah satu stafnya tewas akibat ledakan bahan peledak di gedung PBB di Deir al-Balah.
Kepala UNOPS, Jorge Moreira da Silva, menyebut insiden ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan menegaskan bahwa fasilitas serta personel PBB harus dilindungi oleh semua pihak.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut menyatakan kekecewaannya dan menyerukan investigasi menyeluruh atas kejadian ini.
Juru bicara PBB, Farhan Haq, mencatat bahwa setidaknya 280 pegawai PBB telah tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
Insiden ini terjadi di tengah gelombang serangan Israel di Gaza yang kembali intensif sejak Selasa, 18 Maret 2025.
Berita Terkait
-
Tragedi Gaza: Ibu Hamil dan Bayinya Tewas dalam Serangan Udara Israel di Kamp Pengungsian
-
Yerusalem Memanas, Ribuan Turun ke Jalan Tuding Netanyahu Politisasi Perang: Darah di Tanganmu!
-
Kelaparan Resmi Melanda Gaza: Pasar Kosong, Toko Roti Tutup, Air Langka
-
Israel "Berduka" Atas Tewasnya Staf PBB di Gaza, tapi Bantah Bertanggung Jawab
-
Dapat Walk of Fame, Gal Gadot Tuai Kecam dari Pro Palestina dan Pro Israel
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam
-
Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!
-
Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa
-
Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021