Profil singkat Puan Maharani
Puan Maharani adalah salah satu tokoh politik Indonesia yang memiliki perjalanan karier panjang di dunia pemerintahan.
Sebagai cucu dari Proklamator RI Soekarno dan putri dari Megawati Soekarnoputri, kiprah politiknya tidak lepas dari pengaruh keluarga besarnya.
Saat ini, Puan Maharani menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024, menjadikannya perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut dalam sejarah Indonesia.
Latar Belakang dan Pendidikan Puan Maharani lahir pada 6 September 1973 di Jakarta.
Dia adalah anak dari pasangan Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas, dua figur yang berperan penting dalam dunia politik Indonesia.
Pendidikan tingginya ditempuh di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), tempat ia mendalami bidang komunikasi politik.
Awal Karier Politik Puan mulai aktif di dunia politik melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), partai yang didirikan dan dipimpin oleh ibunya, Megawati Soekarnoputri.
Karier politiknya semakin menonjol setelah ia terpilih sebagai anggota DPR RI pada 2009 dari daerah pemilihan Jawa Tengah V.
Baca Juga: CEK FAKTA: Prabowo Hentikan Pengangkatan PPPK
Sejak saat itu, namanya mulai dikenal luas di dunia politik nasional.
Jabatan dan Prestasi Pada periode kedua sebagai anggota DPR (2014-2019), Puan dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.
Selama menjabat, ia berperan dalam berbagai kebijakan sosial, termasuk Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Pada 2019, Puan Maharani kembali mencetak sejarah dengan terpilih sebagai Ketua DPR RI, menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut.
Sebagai Ketua DPR, ia mengawal berbagai kebijakan dan undang-undang penting, termasuk dalam sektor ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat.
Pengaruh dan Kiprah Politik Sebagai politikus, Puan dikenal sebagai sosok yang tegas dan memiliki visi dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM