"Rangkaian pesan tersebut merupakan demonstrasi koordinasi kebijakan yang mendalam dan bijaksana antara para pejabat senior.
Keberhasilan operasi terhadap Houthi yang berkelanjutan menunjukkan bahwa tidak ada ancaman terhadap para anggota militer kami atau keamanan nasional kami," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Brian Hughes.
Houthi di Yaman: Sejarah, Ideologi, dan Konflik yang Berlarut-larut
Kelompok Houthi, atau dikenal juga sebagai Ansar Allah, merupakan gerakan bersenjata yang berbasis di Yaman utara.
Kelompok Houthi memainkan peran utama dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di negara tersebut, menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin parah.
Sejarah dan Asal-Usul
Houthi berasal dari komunitas Zaidi, salah satu cabang Islam Syiah yang dominan di wilayah utara Yaman.
Gerakan ini bermula pada 1990-an sebagai kelompok dakwah keagamaan dan politik yang dipimpin oleh Hussein Badreddin al-Houthi.
Mereka awalnya menentang pengaruh asing, terutama Amerika Serikat dan Arab Saudi, serta kebijakan pemerintah Yaman yang dianggap mengabaikan kepentingan kelompok Zaidi.
Baca Juga: Trump Perintahkan "Kekuatan Mematikan" ke Yaman: Houthi Terancam Lenyap?
Konflik bersenjata pertama kali meletus pada tahun 2004 ketika pemerintah Yaman, yang saat itu dipimpin oleh Presiden Ali Abdullah Saleh, berusaha menumpas kelompok ini.
Hussein al-Houthi terbunuh dalam pertempuran, tetapi gerakan tersebut semakin kuat dan berubah menjadi kekuatan militer yang lebih terorganisir.
Ideologi dan Tujuan
Houthi mengklaim sebagai gerakan perlawanan terhadap korupsi, ketidakadilan, serta campur tangan asing di Yaman.
Mereka menentang dominasi Arab Saudi dan AS di kawasan Timur Tengah.
Slogan mereka yang terkenal adalah "Tewaskan Amerika, tewaskan Israel, kutuklah Yahudi, kemenangan bagi Islam."
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun
-
Bukan Cuma AI, Petugas Dishub Jaksel Diduga Curangi Laporan JAKI Pakai Modus 'Timestamp'
-
Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi
-
Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran
-
Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland
-
Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia
-
Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman
-
Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia