Suara.com - Aktivis Sosial Media, Tifauzia atau kerap disapa Dokter Tifa mengaku cemas dengan keadaan Indonesia saat ini.
Semakin hari bukannya semakin membanggakan, menurut Dokter Tifa justru semakin membahayakan.
Fenomena-fenomena yang terjadi belakangan ini seakan memperjelas bahwa Indonesia akan hancur secara perlahan.
Bahkan, Dokter Tifa menyebut Indonesia layaknya sudah menjadi negara yang dijual.
Dampak nyata dari dugaan ini yaitu nasib rakyat yang semakin memprihatinkan.
Rakyat Indonesia yang notabennya sebagai tuan rumah, justru kini nasibnya berbalik, lantaran menjadi budak di negerinya sendiri.
Hal ini membuat Dokter Tifa semakin ragu bahkan tidak percaya sama sekali dengan iming-iming negara ini akan menuju Indonesia Emas 2045.
Ekonomi yang disebut akan tumbuh deras seiring melangkah ke Indonesia Emas, justru faktanya dihadapkan dengan rakyat kecil yang semakin susah.
“Kita sekarang ini dibilang menuju Indonesia Emas 2045, katanya ekonomi tumbuh, investasi deras, Pembangunan massif. Tapi coba kita lihat sekeliling, rakyat kecil makin sulit, harga kebutuhan naik, tanah mereka dirampas, lapangan pekerjaan digantikan oleh tenaga asing, dan anak-anak bangsa hanya jadi penonton di negeri sendiri,” ujar Dokter Tifa, dikutip dari youtubenya, Kamis (27/3/25).
Baca Juga: Darius Sinathrya Kasih Ultimatum ke Suporter yang Rebut Jersey Marselino Ferdinan dari Anak Kecil
“Lalu maju untuk siapa? Kalau rakyat justru semakin susah,” sambungnya.
Kebutuhan ekonomi yang terus mengalami kenaikan, lapangan pekerjaan yang hilang sedikit demi sedikit, hingga perampasan tanah rakyat semakin menjadi bukti nyata rakyat tersiksa lahir dan batinnya.
Indonesia Emas yang direncanakan dan digagas itu seolah justru menjadi transisi Nasib buruk rakyat.
Dokter Tifa menyebut, anak-anak bangsa hanya menjadi penonton di negeri sendiri, lantaran semuanya dikuasai oleh tenaga asing.
Padahal, menurut Dokter Tifa, Indonesia merupakan negara terkaya di dunia dengan sumber daya alamnya.
Namun, kekayaan negara Indonesia yang tak terkira lagi ini justru tidak dapat dinikmati, lantaran tidak menguasainya sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan