Wilayah seperti kamp pengungsi Jabalia, Beit Hanoun, dan Beit Lahia mengalami kerusakan yang hampir total, seperti yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Gaza, Naji Sarhan, kepada Anadolu pada Rabu.
“Kerusakannya sangat parah, berdampak pada rumah, jalan, dan infrastruktur, yang mengakibatkan Gaza utara menjadi tidak layak huni,” ungkap Sarhan.
Saat ini, lebih dari 300.000 warga Palestina kehilangan tempat tinggal, dan kembalinya pengungsi internal dari Gaza tengah dan selatan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata diperkirakan akan semakin memperburuk krisis kemanusiaan, tambahnya.
Sarhan menekankan pentingnya dukungan internasional yang mendesak, menunjukkan bahwa rekonstruksi Gaza utara akan membutuhkan upaya besar dan bantuan dari seluruh dunia.
Dalam konferensi pers di Jabalia, Imad Badwan, Wali Kota Beit Hanoun, menyatakan bahwa Gaza utara berada dalam keadaan bencana. Ia menjelaskan kerusakan pada jalan, jaringan air dan limbah, serta infrastruktur penting lainnya, termasuk rumah sakit, sekolah, dan fasilitas UNRWA yang berfungsi sebagai tempat penampungan.
“Serangan Israel telah menyebabkan kematian atau hilangnya lebih dari 5.000 orang dan melukai sekitar 13.000 lainnya, dengan lebih dari 200.000 orang terpaksa mengungsi,” kata Badwan.
Dia juga menyerukan bantuan segera dari UNRWA, Program Pangan Dunia, dan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan tempat berlindung, makanan, pakaian, dan fasilitas kamp bagi para pengungsi.
Kesepakatan gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada hari Minggu, menghentikan perang genosida Israel yang telah merenggut nyawa setidaknya 47.000 warga Palestina, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 110.700 orang sejak 7 Oktober 2023.
Kesepakatan gencatan senjata yang terdiri dari tiga fase tersebut mencakup pertukaran tahanan dan penegakan ketenangan yang berkelanjutan, dengan tujuan mencapai gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Baca Juga: Pihak Academy Minta Maaf atas Respons Serangan Israel terhadap Hamdan Ballal
Serangan Israel telah mengakibatkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kehancuran yang luas dan krisis kemanusiaan yang telah merenggut banyak nyawa, termasuk orang tua dan anak-anak, menjadikannya salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November lalu terhadap Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanannya Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional sehubungan dengan perang di wilayah tersebut.
Berita Terkait
-
Israel Invasi Suriah! 9 Tewas, Dunia Diminta Bertindak
-
Gaza: Ladang Ranjau Tak Terlihat, Anak-Anak Jadi Korban Utama Setelah Gencatan Senjata
-
Doa dan Air Mata di Lebanon Selatan: Idul Fitri di Tengah Gempuran Israel
-
Subhanallah, Ragnar Oratmangoen Kasih Bantuan ke Anak-anak Gaza saat Idul Fitri 1446 H
-
Pihak Academy Minta Maaf atas Respons Serangan Israel terhadap Hamdan Ballal
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Motor Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau di Bawah 5 Juta, Nggak Perlu Nyicil Baru
-
Beyond the Law Malam Ini: Duel Maut Mantan Detektif vs Gembong Mafia
-
Gerindra Kaji Komprehensif Putusan MK Soal Anggaran MBG Dipisah dari Pos Pendidikan
-
Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Pegadaian Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Inovasi Keuangan Inklusif
-
5 Daftar HP Baterai 8000mAh+ Terbaik 2026: Tipis, Gahar, dan Tahan Berhari-hari!
-
Big, Buku Anak yang Mengingatkan Bahaya Body Shaming Sejak Dini
-
Bukan Pajeon Biasa! Ini 5 Fakta Menarik Padakjeon, Pancake Korea Tinggi Protein yang Lagi Viral
-
Ogah Tebak Skor Jelang 'El Clasico', Pramono: Saya Berdoa dalam Hati Persija Menang Melawan Persib