Suara.com - Presiden Prabowo Subianto membantu pengadaan 1.000 ekor burung hantu. Untuk membantu para petani di Majalengka, Jawa Barat, dalam mengatasi serangan hama tikus yang meresahkan.
Dalam kunjungannya ke Majalengka, dalam rangka panen raya padi serentak di 14 provinsi, Presiden Prabowo mengumumkan pemberian bantuan burung hantu sebagai solusi alami untuk memberantas hama tikus yang kian merajalela.
“Kita juga harus cari obat antihama yang kita buat sendiri. Di daerah sini saya dapat laporan, hama tikus sangat pelik masalahnya, dan yang paling bagus sekarang katanya adalah burung hantu,” ujar Presiden Prabowo diikuti dalam jaringan (daring) di Jakarta, Senin 6 April 2025.
Mendengar laporan dari para petani dan pimpinan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat, Presiden langsung merespons cepat dengan menawarkan bantuan konkrit.
“Perlu tambahan berapa burung hantu? 1.000 ekor kali Rp150.000? Berarti Rp150 juta. Baik, saya bantu hari ini juga,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kebijakan dan langkah konkret seperti ini merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu rakyat kecil.
Kepala Negara berjanji akan terus menghemat anggaran dan memastikan setiap rupiah dari uang negara dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kita akan terus melakukan langkah-langkah, kebijakan-kebijakan. Saya akan berusaha sekeras tenaga agar setiap anggaran, setiap uang rakyat harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Presiden.
Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan mendalam kepada para petani sebagai tulang punggung bangsa.
Baca Juga: Mendadak Dijemput Prabowo di Bengkulu, Agung Surahman Minta Maaf: Diluar Dugaan Saya
"Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI," kata Presiden di hadapan ribuan petani.
Prabowo juga mengkritisi sikap sebagian elit yang dianggap belum cukup memahami pentingnya peran petani dalam keberlangsungan negara.
Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan bukan hanya intelektualitas, melainkan juga akal sehat dan kecintaan tulus kepada rakyat.
"Kita butuh orang pintar, tapi yang lebih penting adalah mereka yang punya akal sehat dan benar-benar cinta rakyat. Kadang orang terlalu pintar malah nggak jadi apa-apa," ucapnya diselingi canda dan tawa audiens.
Swasembada Beras
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebutkan panen raya yang berlangsung di Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, merupakan bukti bahwa Indonesia mampu mewujudkan swasembada beras.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
-
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang
-
Kemensos Butuh Rp2 Triliun Tangani Pasca-Bencana Sumatra, Anggaran Tersedia Baru Rp600 Miliar
-
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Menlu Sugiono: Saya Baru Dengar Sekarang