Namun, dengan meningkatnya kemunculan buaya di perairan sekitar permukiman, ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari atau kondisi gelap.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menggiatkan imbauan.
Agar masyarakat khususnya yang bermukim di bantaran sungai semakin meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi serangan buaya.
“Kami atas nama pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang masih tinggal di bantaran sungai lebih waspada. Apalagi informasinya sekarang sedang musim kawin buaya, kalau bisa jangan turun ke sungai dulu,” kata Wakil Bupati Kotim, Irawati di Sampit.
Imbauan ini pihaknya sampaikan terlebih pasca kasus serangan buaya yang menelan korban jiwa di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut baru-baru ini.
Tepatnya, Jumat (4/4), seorang pria bernama Kurnasi menjadi korban serangan buaya saat mandi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya.
Jasadnya baru ditemukan pada Sabtu (5/4) siang oleh tim SAR gabungan setelah pencarian yang cukup panjang.
Irawati pun berharap kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada ketika beraktivitas di DAS Mentaya maupun sungai lainnya.
Baca Juga: Sungai Tungkal Meluap Deras, Begini Nasib Pemudik Sumatra di Kemacetan
Apalagi, keterangan warga Pulau Hanaut memang sering terlihat kemunculan buaya di wilayah itu.
Di samping itu, informasi BKSDA setempat pada pergantian musim seperti sekarang identik dengan masa kawin dan bertelur buaya, pada periode tersebut buaya cenderung lebih ganas.
“Makanya kemarin, saya minta warga tidak turun ke sungai dulu. Untuk mandi atau mencuci sebaiknya menggunakan timba dulu dan kalaupun harus turun ke sungai agar hati-hati, lihat kondisi sekitar terlebih dahulu,” tuturnya.
Dia menyampaikan, buaya sama dengan binatang buas pada umumnya yang mengandalkan insting untuk memburu mangsa.
Tanpa membedakan targetnya merupakan manusia maupun hewan, selama dianggap menjadi mangsa maka akan tetap diserang.
“Karena namanya itu binatang, apalagi tergolong binatang buas maka harus hati-hati,” kata Irawati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Pundi-pundi Uang di Piala Presiden 2026, 24 Ribu Tiket Ludes Terjual di Laga Pembuka
-
Pendidikan Masa Depan Butuh Lebih dari Sekadar Prestasi Akademik, Ini Alasannya
-
Sunscreen Tanpa White Cast Apa Saja? Ini 6 Rekomendasi Produk Lokal untuk Wajah Mulus
-
Prosesi Wisuda Lama? Ini 9 Barang Kecil tapi Bermanfaat yang Wajib Dibawa
-
3 Cara Mengecek Smartwatch Anti Air, Teliti Sebelum Beli
-
Kepengurusan Golkar Riau Disahkan, Ketua Yulisman: Tak Usah Sikut-sikutan
-
Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas
-
Prabowo Sebut Pengkritik Londo Ireng: Narasi Kecurigaan yang Terus Berulang
-
Elce Putri Bontong, Mantri BRI yang Buka Akses Perbankan di Toraja Utara
-
Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja