Suara.com - Kawasan Jakarta Utara dianggap masih menjadi salah satu lokasi yang paling diminati para investor di Indonesia saat ini. Ekonom Universitas Surakarta, Agus Trihatmoko membeberkan sederet alasan atas hal ini.
Agus mengatakan, tren gaya hidup mewah belakangan semakin diminati. Karena itu, properti eksklusif di Jakarta Utara terus berkembang meski memiliki harga yang tergolong mahal.
Ia mencontohkan salah satu proyek yang jadi incaran adalah Pantai Indah Kapuk (PIK) dan kini juga tengah dikembangkan adalah PIK 2.
“Contohnya PIK 2 yang bukan lagi sekadar kawasan hunian. Ia menjadi simbol modernitas dan kemapanan kelas atas Indonesia. Dengan arah pembangunan menuju 2045, permintaan terhadap hunian mewah akan meningkat," ujar Agus kepada wartawan, Kamis (17/4/2025).
Ia menilai, posisi geografis kawasan utara Jakarta memberi keuntungan tersendiri. Meski pusat pemerintahan akan berpindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Jakarta tetap menjadi episentrum ekonomi nasional.
“Pusat-pusat bisnis, kantor perusahaan besar, serta jaringan industri masih terkonsentrasi di Jabodetabek. Artinya, wilayah utara Jakarta akan tetap relevan dan diminati, terlebih oleh investor yang mencari properti bernilai tinggi,” ucapnya.
Menanggapi situasi global yang tengah bergejolak akibat ketegangan geopolitik dan perang dagang antara Amerika Serikat dan China, Agus menilai dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap sektor properti premium seperti PIK 2.
“Investor kelas atas biasanya tidak bergantung pada pinjaman modal. Jadi, meski pasar lebih hati-hati, PIK 2 tetap menjadi pilihan ideal untuk diversifikasi investasi jangka panjang,” tambahnya.
Menurut Agus, properti mewah juga bisa menjadi instrumen perlindungan nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global. Selain nilai asetnya relatif stabil, kawasan ini juga dilengkapi infrastruktur modern, fasilitas berstandar internasional, dan gaya hidup urban yang terus berkembang.
Baca Juga: Sebut Pegawai Luhut Sosok Asli di Foto Ijazah UGM, Roy Suryo: Saya Pastikan 99,9 Persen Bukan Jokowi
“Ini adalah kombinasi ideal antara prestige, aksesibilitas, dan potensi kenaikan nilai aset. Ini lebih dari sekadar tempat tinggal—ia adalah simbol status sekaligus benteng ekonomi pribadi,” pungkas Agus.
Pengamat Politik dari Universitas Bung Karno, Faisyal Chaniago sebelumnya menilai pengembangan kawasan pesisir akan memberikan banyak manfaat. Bahkan, pendapatan negara juga akan bertambah signifikan jika hal itu dilakukan.
Karena itu, ia mendorong agar pemerintah ikut turun tangan dalam pengembangan seperti reklamasi kawasan pesisir. Misalnya, dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam proyek itu.
“Jika tujuan utama reklamasi adalah meningkatkan pendapatan negara, maka sebaiknya pemerintah ikut terlibat langsung, misalnya melalui BUMN, agar manfaatnya bisa lebih maksimal,” ujar Faisyal kepada wartawan, Selasa (4/3/2025).
“Proyek ini bisa menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan nilai properti dan bisnis lokal,” tambahnya.
Faisyal juga menekankan pentingnya menjaga agar proyek reklamasi tidak berubah menjadi kawasan eksklusif yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Ia menyoroti perlunya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Berita Terkait
-
Sebut Pegawai Luhut Sosok Asli di Foto Ijazah UGM, Roy Suryo: Saya Pastikan 99,9 Persen Bukan Jokowi
-
Roy Suryo Uji Ijazah Jokowi Pakai Program ELA: Gambarnya Kotor, Banyak Bercak Kayak Kotoran Burung
-
MUI Minta Prabowo Belajar Lagi Sejarah Zionis Israel: Jangan Tertipu Mulut Manis Mereka!
-
MUI Protes Rencana Prabowo Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia: Jangan Mau Dikadalin Israel!
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Sepanjang 2025, Ini 14 Putusan MK yang Paling Jadi Sorotan
-
Gakkum Kehutanan Tangkap DPO Pelaku Tambang Ilegal di Bukit Soeharto
-
Bamsoet: Prabowo Capai Swasembada Beras 'Gaya' Soeharto-SBY Dalam Setahun
-
Buruh Tuntut UMP DKI Rp5,89 Juta, Said Iqbal: Ngopi di Hotel Saja Rp50 Ribu!
-
Menuju Nol Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis di 2026
-
Pakar Hukum Tata Negara: Ketua MK Suhartoyo Ilegal!
-
Dokter Tifa Bongkar 6 Versi Ijazah Jokowi, Sebut Temuan Polda Blunder
-
Pakar Bongkar Dasar Hukum Perpol 10/2025, Polisi Aktif Bisa Jadi Sekjen-Dirjen
-
BGN Respons Isu Susu Langka: Pemerintah Akan Bangun Pabrik dan 500 Peternakan Sapi
-
Tuntut Kenaikan Upah 2026, Massa Buruh dari Jakarta dan Jabar Padati Kawasan Monas