News / Nasional
Kamis, 08 Januari 2026 | 12:43 WIB
Massa buruh mulai berdatangan di dekat kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1/2026). (Suara.com/ Dinda Pramesti K)
Baca 10 detik
  • Massa aksi berkumpul di dekat Monas, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026) menuntut revisi UMP DKI Jakarta 2026.
  • Tuntutan utama demonstran adalah revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak.
  • Sebanyak 1.659 personel gabungan dikerahkan mengamankan aksi unjuk rasa tersebut agar tetap kondusif.

Suara.com - Massa aksi dari berbagai elemen masyarakat mulai berdatangan di dekat kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.

Titik kumpul berada di sekitar persimpangan Gedung Menara Danareksa dan BSI Tower. Dalam aksi ini, para demonstran menuntut revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026.

Mereka menuntut revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Selain itu, buruh juga menuntut Revisi UMSK (Upah Minimum Sektoral Provinsi) Jawa Barat di 19 daerah.

Dari pantauan Suara.com sejumlah peserta aksi sudah tampak bersiap. Dua mobil komando demo telah berjejer di lokasi, sementara tiga spanduk dibentangkan oleh sekitar 12 buruh.

Beberapa ruas jalan di sekitar lokasi mulai ditutup dan dialihkan, termasuk sejumlah rute Transjakarta.

Aparat kepolisian, termasuk polisi wanita, dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Salah satu spanduk yang dibentangkan para buruh perempuan bertuliskan, “Revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100% KHL sebesar Rp5,89 juta per bulan. Berlakukan UMSP DKI 2026 sebesar 5% di atas 100% KHL.”

Tidak hanya dari DKI Jakarta, buruh dari Jawa Barat juga turut bergabung. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan, “KDM GUBERNUR KONTEN DAN PENCITRAAN.”

Baca Juga: Ribuan Buruh Geruduk Istana, Tuntut Revisi UMP DKI dan UMSK Jawa Barat

Massa aksi dari berbagai elemen masyarakat mulai berdatangan di dekat kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1/2026). (Suara.com/ Dinda Pramesti K)

Tuntutan Kenaikan Upah Minimum

Fokus utama unjuk rasa ini adalah mendesak pemerintah untuk merevisi kebijakan upah minimum di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, merinci dua tuntutan utama:

  1. Revisi UMP DKI Jakarta: Menuntut agar Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 direvisi menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL), yaitu sebesar Rp5,89 juta per bulan. Selain itu, Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) juga diminta naik 5 persen di atas angka tersebut.
  2. Revisi UMSK Jawa Barat: Mendesak revisi Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 daerah.

Ribuan Aparat Diterjunkan

Sbelumnya ribuan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh di kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Pengamanan dilakukan guna memastikan aksi berjalan aman dan kondusif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Reynold E.P. Hutagalung menyebut total personel yang dikerahkan mencapai 1.659. Mereka merupakan personel gabungan dari unsur Polri, TNI dan pemerintah daerah.

Load More