- Presiden Prabowo Subianto berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada beras pada tahun 2025, menyamai prestasi Soeharto dan SBY.
- Swasembada beras 2025 diproyeksikan surplus 34,7 juta ton, tercapai lebih cepat melalui kebijakan strategis sektor pangan.
- Anggota DPR RI Bamsoet menekankan dampak keberhasilan ini harus segera dirasakan masyarakat melalui harga beras stabil.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil membawa Indonesia menggapai kembali status prestisius swasembada beras, sebuah pencapaian yang menyejajarkannya dengan dua presiden legendaris, Soeharto pada era 1984 dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2008.
Swasembada beras ini menjadi angin segar di tengah berbagai tantangan ekonomi global, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa janji kampanye di sektor pangan mampu dieksekusi dengan cepat dan efektif.
Menurut Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo, keberhasilan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah tonggak sejarah yang membuktikan kekuatan komitmen politik seorang pemimpin.
Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyebut prestasi ini luar biasa karena diraih dalam waktu yang sangat singkat.
"Swasembada beras tahun 2025 patut dimaknai sebagai prestasi luar biasa karena hal tersebut bisa diraih di tengah tantangan yang tidak mudah," kata Bamsoet sebagaimana dilansir Antara, Kamis (8/1/2026).
Melihat kembali jejak sejarah, Indonesia memang baru tiga kali merasakan manisnya swasembada beras. Momen pertama yang paling ikonik terjadi pada masa kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto pada tahun 1984.
Kala itu, produksi beras nasional sukses menembus angka 27 juta ton, melampaui konsumsi domestik yang berada di level 25 juta ton. Prestasi fenomenal ini bahkan diganjar penghargaan bergengsi dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada tahun 1985.
Setelah penantian panjang selama 24 tahun, status swasembada beras berhasil direbut kembali pada tahun 2008 di bawah pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Kini, di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, sejarah itu terulang untuk ketiga kalinya. Bamsoet memaparkan data konkret bahwa produksi beras nasional sepanjang tahun 2025 diproyeksikan mencapai sekitar 34,7 juta ton.
Baca Juga: Dihujani Nyinyiran, Prabowo Kasih Bukti Umumkan Swasembada Pangan 2025
Angka itu secara signifikan surplus dari total kebutuhan nasional yang diperkirakan berada di kisaran 30 juta hingga 31 juta ton per tahun.
Pencapaian ini sekaligus menjadi penanda lunasnya salah satu janji paling fundamental Prabowo saat dilantik, yakni mewujudkan ketersediaan dan keamanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menariknya, target ini tercapai jauh lebih cepat dari perkiraan. Awalnya, Prabowo menargetkan swasembada pangan dapat terwujud dalam kurun waktu empat tahun pemerintahannya.
Namun, melalui serangkaian kebijakan strategis yang fokus pada konsolidasi lahan, penguatan posisi petani, hingga distribusi sarana pertanian yang tepat sasaran, swasembada beras justru berhasil dicapai hanya dalam satu tahun pertama.
"Ini menunjukkan bahwa dengan kepemimpinan yang fokus dan eksekusi yang disiplin, agenda strategi nasional dapat dipercepat,” tegas Bamsoet.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa perjuangan belum usai. Keberhasilan di tingkat produksi ini harus segera dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat di dapur mereka masing-masing.
Angka surplus beras tidak boleh berhenti sebatas klaim keberhasilan di atas kertas.
Nilai tambah yang paling dinantikan publik dari melimpahnya pasokan beras ini adalah harga yang stabil dan terjangkau di pasar.
"Harapan masyarakat sangat sederhana. Ketika beras berlimpah, harga di pasar harus masuk akal, tidak membebani rumah tangga, terutama masyarakat ekonomi rendah," katanya.
Berita Terkait
-
Menuju Nol Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis di 2026
-
BGN Optimistis Target 82,9 Juta Penerima MBG Tercapai 2026, Guru dan Santri Masuk Tambahan
-
Prabowo Komentari Podcast di Sosial Media: Banyak Pakar Bicara Asal
-
Prabowo Tolak Lihat Daftar Perusahaan Pelanggar: 'Takut Ada Teman Saya di Situ'
-
Kampanye Sekian Tahun, Prabowo Konsisten Fokus pada Swasembada Pangan
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen
-
Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027
-
Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA
-
Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong