- Ribuan buruh gelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah di Jakarta.
- Mereka menuntut UMP DKI Jakarta direvisi menjadi Rp5,89 juta per bulan.
- Upah saat ini dinilai tidak manusiawi dan tak sebanding biaya hidup.
Suara.com - Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) yang lebih manusiawi untuk tahun 2026.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memberikan peringatan keras kepada pimpinan daerah untuk melihat kondisi nyata di lapangan.
"Kami meminta Gubernur Jakarta realistis lah. Jangan egonya yang dikedepankan," tegas Said Iqbal kepada awak media di sela aksi, Kamis (8/1/2026).
Upah Tak Sebanding dengan Biaya Hidup
Menurut Said Iqbal, upah minimum yang berlaku saat ini tidak lagi relevan dengan tingginya biaya hidup di Ibu Kota. Ia membandingkan pendapatan pekerja dengan data dari Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS).
"Bank Dunia mengatakan pendapatan per kapita itu Rp28 juta, dan ini mirip dengan survei biaya hidup BPS sebesar Rp15 juta. Tidak realistis jika upah minimum Jakarta hanya Rp5,7 juta," ujarnya.
Usulkan Kenaikan Bertahap
Oleh karena itu, serikat buruh mengusulkan formula kenaikan upah secara bertahap. Tuntutan mereka adalah:
- Kenaikan UMP menjadi Rp5,89 juta, sesuai 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
- Penetapan UMSP sebesar 5 persen di atas standar KHL, sehingga besarannya berkisar antara Rp6,1 juta hingga Rp6,5 juta.
Iqbal menganggap nominal tersebut sebenarnya masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok di Jakarta. Ia menganalogikan tingginya biaya hidup dengan harga secangkir kopi di hotel.
Baca Juga: Tuntut Kenaikan Upah 2026, Massa Buruh dari Jakarta dan Jabar Padati Kawasan Monas
"Itu pun masih kecil. Secangkir kopi di hotel bintang tiga saja sudah Rp50 ribu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan
-
Biadab! Sambil Hujan-hujanan, Pria Mabuk di Tangsel Cabuli Bocah Saat Main Petak Umpet
-
Vivace E Menjawab Kebutuhan Rumah Modern yang Estetik, Aman, dan Ramah Anak
-
Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?
-
Asa Baru Pascabencana: Anggaran Rp100 Triliun Disetujui DPR untuk Pulihkan Sumatra!
-
Bawa Mandat Prabowo Terkait RUU Polri, Menkum: UU Sudah Berlaku Dua Dekade, Perlu Disesuaikan
-
Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu
-
Benarkah Pertumbuhan Ekonomi Selalu Merusak Alam? Studi Baru Justru Menemukan Sebaliknya
-
DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk