Suara.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah terus menjalin komunikasi intens antara kementerian dan lembaga menyoal kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Kekinian kementerian saling berkoordinasi untuk melakukan antisipasi dan mengabarkan perkembangan terkini dari hasil negosiasi yang terus dilakukan.
"Terus-menerus kita saling berkoordinasi untuk mengantisipasi dan mengupdate hasil negosiasi-negosiasi. Termasuk itu juga berdampak positif terhadap kita sendiri," kata Prasetyo di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/4/2025).
Pemerintah menyadari imbas dari tarif Trump, ke depan harus ada pembenahan dari sisi regulasi hingga mencari tujuan pasar baru, di luar Amerika Serikat (AS).
"Bahwa kemudian ada hal-hal yang perlu harus kita benahi baik dari sisi regulasi, kemudian dari sisi industri-industri kita, termasuk mencari pasar-pasar baru, bukan hanya Amerika. Maka kemudian segala sesuatu terus menerus secara intensif kita diskusikan," kata Prasetyo.
Komunikasi dengan Dubes AS
Di tengah gejolak perdagangan global yang dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengambil langkah sigap dengan menjalin komunikasi intensif bersama Duta Besar AS untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdhir.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (16/4) tersebut menjadi momentum krusial dalam upaya meredam potensi dampak negatif kebijakan tersebut terhadap perekonomian Indonesia.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya (@smindrawati), Sri Mulyani mengungkapkan esensi dari pertemuan tersebut. "Kami berdiskusi secara terbuka mengenai langkah-langkah yang bisa ditempuh bersama agar isu ini dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan asas keadilan bagi kepentingan ekonomi kedua negara dan dunia," tulisnya, mengisyaratkan bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam dalam menghadapi potensi ancaman perdagangan.
Baca Juga: Donald Trump Tuding Mangga Dua 'Surga' Barang Bajakan, Ada Tas Guess KW Dijual Rp 200 Ribu
Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Sri Mulyani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelaskan secara mendalam mengenai desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang telah disiapkan untuk mendukung program-program prioritas Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto. APBN 2025, menurutnya, dirancang dengan fokus pada program-program pro-rakyat seperti makan bergizi gratis, perlindungan sosial, dan pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat.
"Semua itu dirancang dengan tetap menjaga prinsip yang prudent dan berkelanjutan," tegas Sri Mulyani, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Diplomasi APBN di Tengah Pusaran Geopolitik Global
Lebih dari sekadar pembahasan isu perdagangan, pertemuan ini juga menjadi platform bagi kedua belah pihak untuk memperkuat hubungan bilateral di tengah pusaran geopolitik dan perekonomian global yang sedang bergejolak. "Pertemuan ini menjadi kesempatan baik untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Amerika di tengah dinamika geopolitik dan perekonomian global yang sedang terjadi," ujar Sri Mulyani, menekankan pentingnya kerja sama strategis antara kedua negara.
Langkah Sri Mulyani ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan negosiasi intensif dengan AS terkait tarif resiprokal. Delegasi Indonesia, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, saat ini tengah berada di Washington D.C. untuk melakukan serangkaian pertemuan penting dengan para pejabat AS.
Dalam lawatannya, delegasi Indonesia membawa sejumlah usulan utama, antara lain revitalisasi perjanjian kerja sama dagang Trade & Investment Framework Agreement (TIFA), pelonggaran regulasi Non-Tariff Measures (NTMs) termasuk relaksasi TKDN, serta penawaran peningkatan impor migas dari AS. Pemerintah juga menyiapkan insentif fiskal dan non-fiskal untuk menjaga daya saing ekspor, termasuk penurunan bea masuk, PPh impor, dan PPN impor.
Berita Terkait
-
Donald Trump Tuding Mangga Dua 'Surga' Barang Bajakan, Ada Tas Guess KW Dijual Rp 200 Ribu
-
10 Tahun Terakhir, Indonesia Selalu Untung Kala Berdagang dengan Amerika Serikat
-
Donald Trump Berani Pecat Jerome Powell, Ekonomi AS Bakal Terguncang Hebat!
-
Hadapi "Badai" Tarif Trump, Kadin Ingatkan Kekuatan Optimisme dan Gotong Royong!
-
Gara-gara Trump, Kepercayaan Warga Australia pada AS Anjlok ke Titik Terendah
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026