News / Nasional
Senin, 05 Mei 2025 | 23:31 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar. (Suara.com/Faqih)

Praktik ini berpotensi membahayakan konsumen sekaligus mencederai kepercayaan publik terhadap produk migas nasional.

Kerugian Rp193,7 Triliun

Dari hasil penyidikan dan perhitungan sementara, kerugian negara yang timbul akibat praktik ini pada tahun 2023 saja diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun.

Jumlah ini menjadi salah satu kerugian terbesar dalam sejarah penegakan hukum sektor energi di Indonesia.

Kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang ini mencerminkan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap tata niaga migas di Indonesia.

Pemerintah dan penegak hukum diharapkan tidak hanya menindak para pelaku, tetapi juga mendorong reformasi menyeluruh dalam pengelolaan energi nasional.

Sebagai salah satu BUMN strategis, PT Pertamina memegang peran penting dalam ketahanan energi nasional.

Namun, dugaan korupsi Pertamina yang melibatkan subholding dan mitra internasional seperti Pertamina International Shipping, menunjukkan bahwa tata kelola korporasi perlu diperkuat secara sistemik.

Kejaksaan Agung menegaskan komitmennya untuk terus mendalami kasus ini dan memastikan bahwa pihak-pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga: Kasus Mega Korupsi Pertamina, Kejagung Diam-diam Telah Periksa SBY

Berikut sembilan tersangka yang dijerat Kejaksaan Agung dalam perkara ini:

  1. Riva Siahaan selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga;
  2. Sani Dinar Saifuddin selaku Direktur Optimasi Feedstock dan Produk;
  3. Yoki Firnandi selaku Dirut PT Pertamina Internasional Shipping;
  4. Agus Purwono selaku Vice President Feedstock Manajemen Kilang Pertamina Internasional;
  5. Muhammad Kerry Andrianto Riza atau MKAR selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa. Kerry diketahui merupakan anak dari saudagar minyak Riza Chalid;
  6. Dimas Werhaspati selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim;
  7. Gading Ramadhan Joedo selaku Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Dirut PT Orbit Terminal Merak;
  8. Maya Kusmaya selaku Direktur Pemasaran Pusat Pertamina Patra Niaga;
  9. Edward Corne selaku VP Trading Operation PT Pertamina Patra Niaga.

Load More