Suara.com - Beredar unggahan di media sosial yang menuding Satpol PP akan memaksa warga ikut vaksinasi TBC Bill Gates.
Narasi tersebut menyebut keterlibatan Satpol PP dalam uji klinis vaksin TBC M72 sebagai bentuk pemaksaan terhadap masyarakat Indonesia.
Klaim tersebut muncul usai kunjungan filantropis dan pendiri Microsoft, Bill Gates, ke Indonesia dan bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Berikut narasi yang beredar:
“Hati hati....*INILAH AGENDA MANDATORI VAKSIN 2025 BUATAN BILL GATES YANG DITOLAK OLEH NEGARA2 TAPI DISAMBUT BAIK OLEH PRABOWO... MANTAAAP PAK, JADIKAN RAKYATMU MENJADI KELINCI PERCOBAAN*
Prabowo akan melakukan pemaksaan dengan cara" licik
Agar rakyat tdk bisa melakukan aktivitas jika belum di Vaksin TBC
atau mempersulit kebutuhan rakyat nya jika suntik vaksin TBC blm di lakukan”
Namun, benarkah Satpol PP akan paksa warga ikut vaksinasi TBC Bill Gates?
Baca Juga: CEK FAKTA: Salah! Pendaftaran Bansos Go Digital Rp 1,5 Juta Per Keluarga dari Kemensos
Dalam pertemuan pada 7 Mei 2025 di Istana Merdeka, Presiden Prabowo dan Bill Gates memang membahas uji klinis vaksin TBC M72, yang dikembangkan melalui dukungan Gates Foundation.
Indonesia dipilih sebagai lokasi uji klinis karena memiliki kasus TBC terbanyak kedua di dunia setelah India.
Setiap tahun, Indonesia mencatat sekitar satu juta kasus tuberkulosis dan 125 ribu kematian akibat penyakit ini.
Atas dasar itu, keterlibatan Indonesia dalam uji klinis dinilai strategis, tidak hanya untuk menguji efektivitas vaksin, tetapi juga membuka peluang produksi dalam negeri melalui Bio Farma.
Lantas, benarkah Satpol PP akan memaksa warga mengikuti vaksinasi TBC Bill Gates?
Tudingan tersebut tampaknya keliru. Berdasarkan penelusuran tim Anti Hoaks Antara, unggahan tersebut mengambil potongan berita dari Kumparan secara tidak utuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel