Suara.com - Pelayanan web Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dinyatakan telah kembali normal pada Selasa (10/6). Sebelumnya, situs resmi ini sempat menjadi sorotan publik dan viral di media sosial karena munculnya iklan salah satu situs judi online (judol) yang mengganggu tampilan.
Pejabat Pengelola Informasi Publik PN Praya, Ikhsan Suhariadi, mengonfirmasi kondisi normalnya situs tersebut. "Hari ini (Selasa) web SIPP PN Praya telah normal dan telah bisa dibuka," kata Ikhsan di Lombok Tengah, Selasa. Ia menjelaskan bahwa munculnya iklan judi online tersebut mulai terdeteksi pada Senin (9/6) malam, ketika pengguna mengklik tautan web SIPP PN Praya melalui hasil pencarian Google.
Ikhsan Suhariadi memaparkan kronologi insiden tersebut. "Tadi malam memang muncul iklan judi online, namun saat dicek melalui akun domain tidak ada (perubahan) atau tetap normal," katanya, dikutip dari Antara. Hal ini menunjukkan bahwa masalah bukan berasal dari peretasan domain, melainkan penempelan iklan secara eksternal.
Pihak PN Praya segera mengambil tindakan cepat. "Tadi malam tim IT telah melakukan perbaikan. Web itu bukan di-hack, tetapi ada iklan judi online yang ditempel, begitu klik SIPP PN Praya, muncul iklan judi online," jelas Ikhsan. Penjelasan ini meluruskan dugaan awal yang mungkin mengarah pada peretasan sistem. Insiden semacam ini seringkali terjadi akibat injeksi iklan melalui pihak ketiga atau celah keamanan minor yang dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Meskipun insiden ini sempat membuat heboh jagat maya, Ikhsan Suhariadi menegaskan bahwa dampaknya terhadap pelayanan internal PN Praya tidak terlalu signifikan. "Dampak dari munculnya iklan judi online tersebut terhadap pelayanan tidak terlalu, karena di dalam web tersebut berisi informasi jadwal sidang dan informasi publik," ujarnya. Ini berarti fungsi utama situs sebagai penyedia informasi publik dan jadwal sidang tidak terganggu secara fungsional.
Dampak Reputasi dan Upaya Antisipasi
Namun, Ikhsan mengakui bahwa insiden ini memiliki dampak negatif pada persepsi publik terhadap PN Praya. "Dampak secara publik memang dapat merugikan PN Praya dari segi penilaian masyarakat," katanya. Citra lembaga peradilan yang seharusnya bebas dari pengaruh negatif dan bersifat profesional tentu terganggu dengan kemunculan iklan yang tidak pantas tersebut.
Dengan telah normalnya situs, Ikhsan memastikan bahwa pelayanan di PN Praya tetap berjalan seperti biasa. "Web sekarang sudah normal dan pelayanan tetap berjalan seperti biasanya," tegasnya.
Untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terulang kembali, pihak PN Praya menyatakan akan terus melakukan pemantauan ketat dan berkoordinasi intensif dengan tim IT. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa situs iklan judi online tersebut tidak muncul lagi di web resmi PN Praya di masa mendatang. "Semoga tidak muncul lagi, dan saat ini web PN Praya telah bisa dibuka," harap Ikhsan.
Baca Juga: OJK Blokir 17 Ribu Rekening yang Terhubung Judol
Sebelumnya, kemunculan iklan situs judi online pada web SIPP PN Praya ini menjadi viral setelah informasinya menyebar luas di beberapa media sosial pada Senin (9/6) malam, memicu berbagai komentar dan kekhawatiran dari masyarakat mengenai keamanan siber situs-situs pemerintahan. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua lembaga publik untuk terus meningkatkan keamanan siber dan melakukan pemantauan rutin terhadap aset digital mereka.
Belakangan ini, tidak sedikit situs pemerintah yang menjadi sasaran iklan judi online. Fenomena ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk memperketat keamanan siber.
Berita Terkait
-
Dicokok usai Viral, Kakek yang Teriaki Wanita Teroris di Halte Transjakarta Ngaku Emosi karena Lapar
-
Cara Cek NIK di SIPP BPJS Ketenagakerjaan untuk Perlindungan Pekerja
-
Ahli Hukum Internasional UI: Legalisasi Judi Dimungkinkan, Ada Celah Hukum yang Bisa Dimanfaatkan
-
Judi Legal di Malaysia dan Arab, Tapi di Indonesia Dilarang, PKB: Iman Orang Indonesia Lebih Lemah
-
Spesifikasi Rolex GMT-Master II, Jam Tangan yang Kabarnya Jadi Hadiah Timnas Indonesia
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!
-
Macet Parah di RE Martadinata, Sebagian Rute Transjakarta 10H Dialihkan via JIS