Suara.com - Sosok Fadli Zon, politisi senior Partai Gerindra, seakan tak pernah lepas dari sorotan dan kontroversi.
Gaya komunikasinya yang blak-blakan dan seringkali kritis terhadap pemerintah menjadikannya figur yang kerap memancing perdebatan panas di kalangan publik, terutama di kalangan anak muda yang aktif di media sosial.
Dari cuitan pedas hingga pernyataan yang memicu polemik sejarah, Fadli Zon sukses membuat namanya terus diperbincangkan.
Bagi generasi milenial dan Gen Z, rekam jejak digitalnya menjadi catatan yang mudah diakses dan seringkali menjadi bahan diskusi.
Berikut adalah lima kontroversi Fadli Zon yang paling menarik perhatian dan memicu kehebohan di dunia maya.
1. Polemik Pernyataan Kontroversial Tragedi Mei 1998
Baru-baru ini, Fadli Zon yang kini menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, kembali memicu perdebatan sengit.
Dalam sebuah wawancara, ia meragukan adanya peristiwa pemerkosaan massal dalam Kerusuhan Mei 1998 dan menyebutnya sebagai rumor yang tidak memiliki bukti kuat.
Pernyataannya ini sontak mengundang kecaman dari berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan dan para aktivis hak asasi manusia.
Baca Juga: Beda dengan Fadli Zon, Pidato Habibie Akui Pemerkosaan di Peristiwa 98 Kembali Viral
Mereka menilai pernyataan tersebut melukai hati para korban dan merupakan bentuk pengingkaran terhadap salah satu episode paling kelam dalam sejarah Indonesia.
2. Rencana 'Tulis Ulang Sejarah' yang Tuai Kritik
Masih berkaitan dengan perannya di Kementerian Kebudayaan, Fadli Zon menggagas proyek penulisan ulang sejarah Indonesia.
Tujuannya, menurut Fadli, adalah untuk mengklarifikasi rumor-rumor yang selama ini dianggap sebagai fakta sejarah dan lebih menonjolkan sisi positif dari para tokoh dan peristiwa.
Namun, gagasan ini justru menimbulkan kekhawatiran publik.
Banyak yang takut bahwa penulisan ulang ini akan menjadi alat untuk memanipulasi sejarah demi kepentingan politik tertentu dan menghilangkan narasi-narasi kritis, termasuk catatan kelam pelanggaran HAM di masa lalu.
3. Puisi-Puisi Satir yang Kerap Menyindir Presiden
Sebelum menjabat di pemerintahan, Fadli Zon dikenal sangat produktif menulis puisi-puisi bernada satir.
Sasaran utamanya seringkali adalah kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Salah satu yang paling viral adalah puisi berjudul 'Mau Saya Tabok Rasanya'.
Puisi ini dibuat sebagai respons atas pernyataan Jokowi yang ingin "menabok" penyebar hoaks.
Puisi-puisi Fadli Zon kerap menjadi trending topik di Twitter, membelah warganet menjadi kubu pro dan kontra.
4. Cuitan 'Nyinyir' Soal Pernikahan Anak Presiden
Fadli Zon juga pernah menjadi sorotan tajam akibat cuitannya yang dianggap tidak pantas oleh sebagian besar warganet.
Ia pernah menyindir Presiden Jokowi yang dalam tiga tahun menikahkan dua anaknya.
"Dlm 3 thn Pak @jokowi menikahkan 2 anaknya, tinggal 1 lg. Semua Presiden RI lain kalah dlm soal ini. Kerja kerja kerja," cuitnya.
Cuitan ini sontak memancing amarah publik yang menilai Fadli Zon menyerang ranah pribadi dan tidak menunjukkan sikap seorang wakil rakyat yang terhormat.
5. 'Like' Konten Pornografi yang Menggemparkan
Salah satu kontroversi yang paling menghebohkan dan menjadi bulan-bulanan warganet adalah ketika akun Twitter resmi Fadli Zon kedapatan menyukai sebuah konten video porno.
Kejadian ini langsung viral dan memicu berbagai spekulasi. Meskipun Fadli Zon kemudian memberikan klarifikasi bahwa ada kelalaian dari staf yang mengelola akun media sosialnya, insiden ini terlanjur menjadi bahan perbincangan dan meme yang menyebar luas di kalangan anak muda.
Terlepas dari berbagai kontroversi yang meliputinya, harus diakui bahwa Fadli Zon adalah sosok politisi yang pandai memanfaatkan panggung media untuk menjaga eksistensinya.
Setiap langkah dan ucapannya hampir selalu berhasil menarik perhatian publik.
Berita Terkait
-
Beda dengan Fadli Zon, Pidato Habibie Akui Pemerkosaan di Peristiwa 98 Kembali Viral
-
Klarifikasi Soal Pemerkosaan Massal, Baskara Putra Soroti Tak Adanya Permintaan Maaf dari Fadli Zon
-
Menbud Fadli Zon: Coba Bayangkan jika Bangsa Kita Dicap Pemerkosa Massal
-
Didesak Minta Maaf, Koalisi Sipil: Fadli Zon Justru Kaburkan Pelanggaran HAM Tragedi 98
-
Setara Institute Anggap Fadli Zon Tidak Punya Empati Sebut Pemerkosaan Massal Mei 1998 sebagai Rumor
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Usut Korupsi Haji, KPK Masih Sisir Saksi Travel Sebelum Periksa Bos Maktour dan Kesthuri
-
Viral Parkir di Blok M Semrawut hingga Depan Kejagung, Dishub Jaksel Lapor Wali Kota
-
Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!
-
Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!
-
UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!
-
Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung
-
Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi