Kesaksian datang dari Nasir Ktelat, warga Palestina yang tinggal di lantai empat gedung apartemen tua di kawasan tersebut.
Ktelat menceritakan bahwa dia dan tetangganya awalnya diberi akses ke tempat perlindungan oleh seseorang dari komite gedung.
Ketika serangan terjadi, mereka terbiasa berkumpul di tempat itu.
Namun akhir pekan lalu, ketika mereka kembali memasuki bunker, warga Yahudi Israel dari gedung baru membuat mereka merasa tidak diterima.
Dia juga menyampaikan bahwa lingkungan di Jalan Yehuda Hayamit merupakan kawasan permukiman campuran antara bangunan lama dan gedung baru.
Anehnya, warga Yahudi yang tinggal di gedung lama tetap diperbolehkan menggunakan tempat perlindungan tersebut, sedangkan warga Palestina tidak.
Tempat perlindungan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi semua orang, tanpa melihat latar belakang, justru menjadi simbol eksklusi.
Sayangnya, hal tersebut sepertinya tidak berlaku bagi warga Israel yang ramai dicap zionis.
Sebagai informasi, serangan rudal Iran ke Israel terjadi sebagai respons atas serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus awal April lalu.
Baca Juga: Arie Untung Rekam Gharqad, Tumbuhan yang Disebut Nabi Muhammad Tempat Sembunyi Orang Yahudi
Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal balistik ke wilayah Israel, menargetkan sejumlah lokasi strategis termasuk Tel Aviv dan Yerusalem.
Serangan tersebut menandai eskalasi besar dalam ketegangan antara kedua negara dan menjadi salah satu konfrontasi langsung paling serius dalam beberapa dekade terakhir.
Sistem pertahanan rudal Iron Dome memainkan peran krusial dalam mencegat rudal yang masuk.
Menariknya, ada banyak rudal yang lolos dan menghancurkan banyak sudut kota Tel Aviv.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Arie Untung Rekam Gharqad, Tumbuhan yang Disebut Nabi Muhammad Tempat Sembunyi Orang Yahudi
-
Iran Tembak Jatuh Pesawat Canggih Seharga Rp4,5 Triliun Milik Israel
-
Timur Tengah Memanas, SBY Sebut Nama Pemimpin yang Bisa Hentikannya Jadi Perang Dunia III
-
Namanya Ada di Surat Al Fill, Inilah Kehebatan Rudal Sejjil Iran yang Ditembakkan ke Israel
-
Perang Iran-Israel Bikin Dunia Waswas, SBY Ungkap Pemimpin Gemar Berperang, Siapa?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan