Suara.com - Pasar Pramuka yang terletak di Jalan Pramuka Raya, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, belakangan ini tengah menjadi topik hangat di media sosial setelah diisukan menjadi lokasi di mana mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi mencetak ijazahnya.
Isu tersebut pertama kali dilontarkan oleh politisi senior PDI Perjuangan, Bambang Beathor Suryadi. Dalam sebuah wawancara yang beredar, Beathor mengklaim bahwa ijazah Jokowi dicetak ulang secara diam-diam di kawasan Pasar Pramuka pada tahun 2012.
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk melengkapi berkas pendaftaran Jokowi saat maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Beathor Suryadi bahkan menyebut beberapa nama yang diduga terlibat dalam proses tersebut, termasuk tim relawan dari Solo yang bernama David, Anggit, dan Widodo.
Hal itu membuat beberapa tokoh lain seperti mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Roy Suryo akhirnya mendatangi lokasi Pasar Pramuka untuk melihat keadaannya saat ini, mengingat pasar tersebut telah terbakar pada akhir 2024.
Kunjungannya ke Pasar Pramuka disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sentana TV pada 26 Juni 2025 dengan judul "Lanjut di Pasar Pramuka Pojok bersama Pak Roy Suryo". Tak sendiri, ia pun datang dengan salah satu wartawan Sentana TV bernama Jannes Siahaan yang tiba terlebih dahulu di lokasi tersebut.
Jannes Siahaan mengaku melakukan investigasi secara diam-diam dengan mengobrol bersama salah satu pemilik kios percetakan di Pasar Pramuka. Hasil rekamannya yang direkam menggunakan kamera tersembunyi kemudian diunggah di kanal YouTube Sentana TV berjudul "Jannes Siahaan Investigasi Khusus, Temukan Pembuat Ijazah di Pasar Pramuka Pojok".
Menariknya, berbeda dari video sebelumnya, Roy Suryo menemukan mayoritas kios percetakan di Pasar Pramuka sudah memasang pemberitahuan bahwa toko mereka tidak menerima pengeditan ijazah atau dokumen penting lainnya, seperti KTP, SKCK, hingga kartu keluarga.
Tetapi, berbanding terbalik dengan apa yang ditemukan oleh Jannes Siahaan dalam rekaman berdurasi singkat itu, ia mengobrol dengan salah satu pemilik kios di Pasar Pramuka yang disebut-sebut berada di daerah timur.
Mulanya, Jannes Siahaan hanya berpura-pura menanyakan apakah mereka bisa membantunya membuat ijazah SMP miliknya yang hilang karena banjir.
Baca Juga: Usai Viral, Mantan Wamendes Minta Maaf ke Roy Suryo dan Akui Punya Kios di Pasar Pramuka
"Saya lihat bangunan di situ sudah habis semua, sudah habis dibakar katanya. Saya bilang, terbakar. (Dijawab) enggak dibakar. Kok dibakar? Karena sesudah terbongkarnya kasus Bambang Tri. Saya bilang, tapi masih ada nggak pak. Ada di situ, di daerah timur. Nah, saya coba ke situ. Saya pura-pura menanyakan saya ingin membuat ijazah," ucap Jannes Siahaan.
Dalam obrolannya bersama salah satu pemilik kios, Jannes Siahaan sesekali bertanya-tanya tentang rumor pembuatan ijazah Jokowi di sana. Pemilik kios itu mengatakan bahwa informasi yang beredar bahwa ijazah palsu Jokowi dibuat saat ayah Gibran Rakabuming tersebut hendak mendaftar sebagai gubernur.
"Informasi katanya waktu dia jadi gubernur, bukan waktu dia jadi presiden," ucap pemilik kios tersebut.
Lebih lanjut, pemilik kios itu menanyakan kepastian Jannes Siahaan untuk membuat ijazah SMP miliknya yang hilang. Kala itu, Jannes Siahaan mengatakan bahwa lokasi SMP-nya berada di Sumatera Utara, terlalu jauh dan memakan waktu lama untuk menunggu legalisir.
Tak disangka, pemilik kios tersebut tampaknya menyanggupi dan bahkan menawarkan agar Jannes Siahaan membuat ijazah dari SMP yang lain.
"Bisa diakalin. Nggak mau SMP yang lain?" tanya pemilik kios itu lagi.
Mendengar jawaban pemilik usaha tersebut, Jannes Siahaan pun mengelak bahwa ia takut datanya tidak sama dengan dokumen sebelumnya.
"Nggak boleh lah, nanti data gue yang pertama ke Siantar lari. Takut juga," kelaknya.
Dalam video singkat tersebut justru secara tak langsung menjadi bukti bahwa lokasi Pasar Pramuka saat ini masih melayani pembuatan ijazah palsu, meskipun tidak semua kios.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas
-
Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor
-
Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik
-
Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung
-
Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun
-
Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung
-
Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta
-
4 Shio Beruntung Besok 15 Agustus 2026, Akhir Pekan Dipenuhi Energi Positif
-
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia