Di tengah keterasingan, WNI di Jepang membentuk komunitas-komunitas yang kuat, baik berdasarkan daerah asal (paguyuban), agama, maupun hobi. Komunitas ini berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, namun di sisi lain juga bisa menjadi "gelembung" yang menghambat proses adaptasi dengan budaya lokal.
Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, mengakui adanya masalah serius ini. Ia bahkan menyebut tindakan kriminal yang dilakukan WNI sebagai "kebodohan yang luar biasa."
"Mungkin [mereka] menganggapnya sama dengan di Indonesia, menghindari penegakan hukum karena di Indonesia dianggapnya mudah saja. Di sini tidak mudah," ucap Heri Akhmadi pada September 2023. "Merampok itu kebodohan yang luar biasa. Memang menyedihkan, tapi harus diatasi."
Pemerintah berjanji akan memperbaiki proses pendidikan bagi para calon pekerja melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Namun, bagi WNI yang sudah puluhan tahun tinggal di Jepang seperti Thony Tasiron, masalahnya juga terletak pada kesadaran individu.
"Kita hidup di negara orang. Istilahnya, numpang di negara orang. Minimal kita harus hati-hati dengan peraturan yang ada," tandas Thony, yang telah menetap di Prefektur Mie selama 18 tahun.
Ia melihat perbedaan besar antara WNI yang datang sekarang dengan generasinya dulu. Arus kedatangan yang masif membawa keragaman karakter, termasuk mereka yang gagal beradaptasi dan akhirnya memilih jalan pintas yang melanggar hukum, mencoreng nama baik ratusan ribu WNI lain yang bekerja keras dan menaati aturan.
Berita Terkait
-
Jalani Menit Debut Lebih Melimpah, Andalan Malaysia Ini Bakal Sukses di Liga Jepang?
-
Mandi Hutan: Rahasia Jepang Atasi Kesepian yang Terbukti Secara Ilmiah
-
Kisah Hijrah Rae Lil Black: Tak Sengaja Hadiri Acara Islam di Malaysia, Mualaf Usai 6 Bulan Belajar
-
Calon Dubes RI untuk Jepang, Mantan Ketua Mahasiswa Pencinta Alam
-
Dinilai Tidak Peka,Taemin SHINee Meminta Maaf Usai Singgung Gempa di Jepang
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya