Suara.com - Pegiat media sosial Said Didu merasa yakin jika Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution tidak akan terseret dalam kasus proyek jalan di Dinas PUPR yang kini sedang diusut oleh KPK. Bahkan, Said Didu menyamakan nasib Bobby dengan Kepala Desa (Kades) Kohod, Arsin yang kembali dibebaskan oleh Bareskrim Polri meski berstatus tersangka dalam kasus pagar laut, Tangerang.
Pernyataan itu disampaikan oleh Said Didu dalam sebuah program gelar wicara yang ditayangkan oleh akun Youtube, iNews pada Selasa (8/7/2024). Dalam acara itu, Said Didu membeberkan sederet alasan Bobby yang disebut tidak akan tersentuh hukum.
"Jadi Bobby (Nasution) tenang aja. Kalau perlu rekreasilah ke luar negeri sama istri, sama anak-anak," ujar Said Didu dalam tayangan tersebut dilihat pada Rabu (9/7/2025).
Perihal status Bobby yang dianggap 'aman', mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu turut menyinggung kasus pagar laut Tangerang, yang turut menyeret Kades Kohod, Arsin.
Diketahui, Said Didu merupakan salah satu tokoh yang melakukan investigasi terkait keberadaan pagar laut di Tangerang yang mulai terungkap ke publik pada Agustus 2024 lalu.
Terkait penangguhan penahanan dalam kasus pagar laut, Said Didu menduga Kades Arsin bisa kembali dilepaskan karena dianggap sebagai 'kacung oligarki.'
"Kepala desa Kohod (Arsin) saja. Kepala desa loh sudah ditangkap dibebaskan karena dia kacung oligarki. Pengusaha besar yang menyembah kekuasaan," ungkapnya.
"Kasus Kohod itu adalah yang supaya publik paham itu adalah orang yang memagar laut di PIK 2 dan sekarang sudah ditangkap pun dibebaskan," sambung Said Didu.
Dari penjelasannya yang dipaparkannya itu, Said Didu pun menyamakan nasib Bobby dengan Kades Kohod Arsin.
Baca Juga: Sebut KPK Dikendalikan Jokowi, Said Didu: Bobby Pasti Aman!
"Jadi apalagi sekarang bebas ya. Iya. Apalagi Bobby, gubernur, bukan kepala desa loh," ujarnya.
Tak hanya itu, Said Didu menganggap KPK tidak bakal berani mengusik Bobby Nasution karena posisinya yang berada di lingkaran kekuasan. Bobby diketahui merupakan menantu dari mantan Presiden Jokowi.
"Bobby (Nasution) pasti aman," sebutnya.
Diketahui, nama Bobby belakangan menjadi sorotan publik karena dianggap terlibat dalam kasus korupsi di Dinas PUPR Sumut terkait proyek jalan. Indikasinya, Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Obaja Putra Ginting yang kini menjadi tersangka di KPK disebut-sebut merupakan mantan anak buah Bobby saat masih menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Bahkan, sejumlah LSM pegiat antikorupsi salah satunya seperti ICW turut mendesak KPK untuk segera memeriksa Bobby dalam kasus tersebut.
Kasus korupsi proyek jalan di Dinas PUPR Sumut itu terkuak usai KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 26 Juni 2025 lalu. Dalam OTT itu, KPK menangkap lima orang termasuk Topan Ginting. Kelima orang itu pun kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di rutan KPK.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut KPK Dikendalikan Jokowi, Said Didu: Bobby Pasti Aman!
-
Beathor Suryadi Dipecat usai Bongkar Ijazah Jokowi? Rocky Gerung: Dia Gak Ada Takutnya!
-
Eks Jubir FPI Buka Suara soal Drama Ijazah Jokowi, Munarman Kuliti Kesalahan Polisi, Apa Itu?
-
Sudirman Said Beberkan soal KKN: Gambar Wapres di Sekolah-Kantor Itu Simbol Telanjang Nepotisme!
-
Sudirman Said Ungkit 'Dosa-dosa' Jokowi dari Parcok hingga Bansos: Ternyata Ujungnya Nepotisme
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
-
Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari
-
Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme
-
Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari
-
Rekrutmen TNI AD 2026: Jadwal, Syarat Pendidikan, Batas Usia, dan Ketentuan Fisik
-
Jaksa Incar Aset Mewah Nadiem, Izin Sita Tanah-Bangunan di Dharmawangsa Diajukan ke Hakim
-
Anggota DPRD DKI Minta Bank Jakarta Benahi Keamanan Siber Sebelum IPO 2027
-
Pulang Nongkrong Ditangkap Polisi, Orang Tua Terdakwa Demo Berharap Bisa Idul Fitri Bersama Anak
-
Niat Kencan Berujung Petaka: AP Dituntut 1 Tahun Bui, Diduga Korban Salah Tangkap Demo Agustus