Suara.com - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais mempertanyakan kapabilitas Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka yang kini ditugaskan oleh Presiden Prabowo untuk berkantor di Papua. Menurut Amien Rais, tugas itu sangat berat bagi Gibran karena Papua memiliki segudang masalah, termasuk konflik yang kini masih bergejolak akibat adanya gerakan kelompok separatis.
Dalam siniar yang tayang di akun Youtube pribadinya, Amien Rais Official pada Rabu (9/7/2025), Amien Rais menyoal penugasan baru Gibran itu apakah bisa mengurai permasalah di Papua.
"Nah, apakah langkah pemerintahan ini berpeluang mengurai sekaligus menyelesaikan dinamika dan konflik di Papua? Itu pertanyaannya ya," ujar Amien Rais dilihat pada Kamis (10/7/2025).
Mantan Ketua MPR RI itu juga turut menyingunggung janji Gibran untuk belanja masalah terutama di daerah miskin di Indonesia setelah resmi dilantik sebagai wapres.
"Jadi mau shopping masalah luar biasa. Sekarang Gibran diberi tugas berat untuk berkantor di Papua," ujar Amien Rais.
Lebih lanjut, Amien Rais juga mengungkapkan sederet masalah di Papua yang kini masih terus berlanjut. Di antarannya masalah diskriminasi, ketimpangan sosial, pelanggaran HAM akibat pelibatan militer, kelompok separatis, hingga eksploitasi sumber daya alam oleh berbagai korporasi.
"Nah, kalau Gibran mau belanja masalah sebaiknya bawa beberapa koper besar. Karena masalah-masalah di enam Provinsi Papua itu sangat banyak dan harus ditangani dengan cerdas, bijak, dan penuh empati," bebernya.
Lantaran bakal mengemban tugas berat, Amien Rais pun menyangsikan Gibran bisa berkantor di Papua. Pasalnya, Amien Rais menuding Gibran kerap melakukan pencitraan selama menjabat sebagai wapres.
"Nah, Saudara-saudara bayangkan Gibran Pin Jokowi itu diberi tugas supaya tidak terus-terusan hanya sibuk dengan kegiatan pencitraan yang kosong melompong, tetapi harus berkantor di Papua untuk mengatasi berbagai masalah di Papua, mampukah dia?" sindir Amien Rais.
Baca Juga: Bela Rismon dan Roy Suryo, Ikrar Nusa Bhakti: Anda Tahu Ya Polisi Lebih Suka Lindungi Jokowi
Alasan Amien Rais meragukan kinerja Gibran yang akan ditugasi untuk mengatasi sederet masalah di Papua, karena dianggap belum memiliki banyak pengalaman di bidang pemeirntahan. Bahkan, Amien Rais menyinggung jabatan Wali Kota Solo yang sempat diemban Gibran. Amien Rais juga turut mengungkit nama mantan Presiden Jokowi yang dianggap aktor yang mendorong Gibran untuk nyemplung di pemerintahan.
"Saya khawatir dia hanya bicara. 'Para gubernur-gubernur yang saya hormati. Pokoknya terserah Anda semua jangan tanya saya. Pengalaman saya hanya sebagai Wali Kota Solo dengan lima kecamatan dan saya dipaksa Bapak saya jadi wakil presiden lelucon nasional. Saya tidak punya usul apa-apa. Wong saya jujur saja saya tidak tahu. Monggo terserah," nyinyir Amien Rais.
Lantaran diragukan memiliki kemampuan untuk bertugas di Papua, Amien Rais kembali memberikan kritik telak untuk Gibran.
"Dan ini apa? Luar biasa ini musibah besar ya buat kehidupan bangsa dan negara kita," kritik Amien Rais.
Gibran Ngaku Siap Ditugaskan ke Papua
Diberitakan sebelumnya, Wapres Gibran mengaku siap menjalankan penugasan khusus di Papua, sebagaimana instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Berita Terkait
-
Bela Rismon dan Roy Suryo, Ikrar Nusa Bhakti: Anda Tahu Ya Polisi Lebih Suka Lindungi Jokowi
-
Bela Bambang Tri dan Gus Nur, Amien Rais Ngotot Penjarakan Jokowi: Ini Hadiah Kita Sambut HUT RI
-
Ungkit Kasus Pagar Laut, Said Didu Samakan Nasib Bobby Nasution dengan Kades Kohod, Kenapa?
-
Sebut KPK Dikendalikan Jokowi, Said Didu: Bobby Pasti Aman!
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!
-
Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?
-
Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS
-
Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak serta Ekonomi Rakyat di Manado