Suara.com - Nama mantan presenter berita, Tina Talisa, kembali menjadi sorotan setelah resmi diangkat menjadi Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha PT Pertamina (Persero). Penunjukan ini menambah panjang daftar posisi strategis yang pernah diembannya.
Pengumuman ini disampaikan melalui keterangan resmi Pertamina Patra Niaga pada Kamis (10/7/2025). Tina tidak sendirian, ia masuk jajaran komisaris bersama Wakil Menteri Koperasi yang juga politisi Partai Gerindra, Ferry Joko Juliantono.
"Pertamina Patra Niaga tentunya mendukung dan comply pada kebijakan dan keputusan pemegang saham. Diharapkan dengan susunan baru ini dapat membawa perubahan positif dan peningkatan pelayanan bagi masyarakat," ujar Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari.
Lantas, bagaimana jejak karier Tina Talisa hingga mendarat di kursi komisaris BUMN energi?
Dari Jurnalis ke Lingkaran Istana
Meskipun merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, nama Tina Talisa besar di dunia jurnalistik. Ia malang melintang sebagai presenter dan produser di berbagai stasiun televisi ternama seperti TVRI, Trans TV, tvOne, hingga Indosiar.
Kariernya di dunia politik mulai terlihat saat Pilpres 2019, di mana ia didapuk menjadi Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan untuk Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin.
Setelah itu, jalannya di pemerintahan semakin mulus. Pada 2020, ia dipercaya menjadi juru bicara sekaligus staf khusus di Kementerian Investasi/BKPM yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia.
Puncak kariernya di lingkaran kekuasaan terjadi pada akhir 2024, saat ia ditunjuk menjadi Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Tina Talisa Hingga Wamen Koperasi Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga
"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk memulai pengabdian sebagai Staf Khusus Wakil Presiden. Penugasan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83/M Tahun 2024, tertanggal 29 November 2024, tentang Pengangkatan Staf Khusus Wakil Presiden Periode Tahun 2024-2029," kata Tina melalui akun Instagram-nya saat itu.
Sebagai stafsus Gibran, Tina ditugaskan menangani isu-isu penting seperti UMKM, digitalisasi, stunting, serta ekonomi dan keuangan syariah.
"Dengan kerendahan hati, izinkan saya memohon dukungan, berupa masukan, kritik, nasihat, dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, untuk Indonesia yang kita cintai dan banggakan," ujar Tina.
Berita Terkait
-
Tina Talisa Hingga Wamen Koperasi Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga
-
Tina Talisa Presenter Apa? Staf Khusus Wapres Gibran Padahal Lulusan Kedokteran Gigi
-
Apa Tugas Tina Talisa Jadi Staf Khusus Wapres Gibran? Konon Bisa Dapat Gaji Rp51 Juta per Bulan
-
Profil Tina Talisa, Presenter Senior Jadi Stafsus Wapres Gibran
-
Segini Gaji Tina Talisa sebagai Staf Khusus Wapres Gibran
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?