Suara.com - Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyebut banyak rakyat Indonesia mengharapkan program Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih menjadi alat perjuangan ekonomi.
Program tersbut kata dia, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan Budi usai acara Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 di Gedung Kementerian Koperasi (Kemenkop), Jakarta, Sabtu (12/7/2025).
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini menjadi harapan rakyat untuk menjadi alat bagi perjuangan ekonomi rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan juga kemajuan desa di seluruh Indonesia,” ujar Budi.
Kopdes Merah Putih kata Budi, diharapkan tidak sekedar program asal-asalan, tetapi memberikan dampak untuk mengatasi pelbagai problematika sosial di Indonesia.
Dua tantangan yang digarisbawahi adalah kemiskinan di desa dan tingkat stunting masih tinggi.
Dengan adanya koperasi desa, diharapkan tingkat kemiskinan dan angka stunting dapat menurun, sehingga bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan serta pemerataan ekonomi nasional.
“Tingkat kemiskinan ini masih banyak di desa dan kesenjangan ekonomi desa dibanding kota sangat besar. Karena, itu kita ingin mewujudkan bagaimana koperasi bisa memberi sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Budi Arie.
Mengacu data terakhir, ekonomi desa disebut hanya berkontribusi 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan sisanya berasal dari kota.
“Ini kan menurut saya harus ada pemerataan yang lebih berkeadilan,” ujar Budi.
Baca Juga: Contohkan Jepang dan Amerika, Budi Arie Yakin Koperasi Merah Putih Bisa Entaskan Kemiskinan
Hingga 2024, ada sebanyak 131.617 koperasi aktif dengan hampir 30 juta anggota. Volume usahanya mencapai Rp214 triliun, menyumbang hampir 1 persen terhadap PDB nasional.
Kini sekitar 80.500 desa dan kelurahan telah membentuk Kopdes/kelurahan Merah Putih melalui musyawarah desa khusus (musdesus).
Mengacu jumlah tersebut, dengan lebih dari 77 ribu telah memiliki badan hukum yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum RI. Dari ribuan koperasi itu, ada 103 koperasi yang dijadikan percontohan.
Puluhan ribu koperasi desa itu akan dioperasikan secara serentak pasca diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto pada 19 Juli 2025, dan ditargetkan seluruh Kopdes bisa beroperasi dan melayani segala kebutuhan masyarakat di desa/ kelurahan pada Oktober 2025. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran