"Mau makan adiknya karena satu bulan enggak dikasih makan nasi tapi singkong," ujar Kepala Desa Mojo, Bagus Muhammad Muksin, menirukan ucapan bocah itu.
Kepercayaan yang Dibayar dengan Rantai dan Siksaan
Pengakuan itu menuntun warga ke rumah SP, di mana pemandangan yang jauh lebih mengerikan menanti.
Tiga anak lainnya ditemukan dengan kaki terikat rantai, dipaksa tidur di luar rumah tanpa alas dan selimut. Mereka kurus, kotor, dan ketakutan.
Saat diberi makan nasi dan telur, makanan itu ludes dalam hitungan menit, menjadi bukti nyata betapa mereka kelaparan.
Pemeriksaan lebih lanjut oleh bidan desa menemukan banyak luka memar di tubuh mereka, bekas pukulan benda tumpul.
Anak-anak itu awalnya terlalu takut untuk bicara, memohon agar perbuatan SP tidak dilaporkan karena khawatir akan dianiaya lebih parah lagi.
Diduga Modus Eksploitasi, Bukan Mendidik
Fakta bahwa SP bukan keluarga dan berasal dari latar belakang yang tidak jelas menimbulkan kecurigaan besar.
Baca Juga: 6 Kekejian Guru Ngaji 4 Bocah Dirantai di Boyolali: Dibiarkan Kelaparan, Dijadikan Budak
Pihak desa menduga, SP menjadikan anak-anak ini sebagai alat atau modus untuk mendapatkan belas kasihan dan bantuan dari warga sekitar.
Dengan statusnya yang sering berpindah-pindah, pola eksploitasi ini diduga telah berjalan lama.
Anak-anak dari Batang telah tinggal bersamanya selama dua tahun, sementara yang dari Semarang sudah setahun menanggung derita.
Mereka datang untuk belajar, namun yang mereka dapatkan adalah rantai, lapar, dan siksaan.
SP saat ini telah diamankan oleh Polres Boyolali untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa niat baik orang tua bisa dimanfaatkan secara keji oleh predator berkedok pendidik.
Berita Terkait
-
6 Kekejian Guru Ngaji 4 Bocah Dirantai di Boyolali: Dibiarkan Kelaparan, Dijadikan Budak
-
Rumah Mengaji Jadi Neraka, 4 Bocah Dirantai di Boyolali Berasal dari Batang dan Semarang
-
'Jangan Bilang Nanti Dipukuli', Jerit Pilu 4 Bocah Dirantai di Boyolali Diduga Dieksploitasi
-
4 Bocah Dirantai di Boyolali dan Dibiarkan Kelaparan, Pelakunya Ternyata Guru Ngaji
-
4 Bocah Ditemukan Dirantai dan Kelaparan di Boyolali, Kronologi Mencengangkan Terungkap
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Marak Isu Siomay Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Begini Langkah Tegas Pemprov DKI!
-
13 Jemaah Haji Nonprosedural Ditunda Berangkat, Imigrasi Ungkap Alasannya!
-
Bahlil Berduka Nus Kei Tewas Ditikam, Instruksikan Sekjen Golkar Kawal Kasus Hingga Tuntas
-
Didakwa Korupsi Rp1,3 Triliun, Dua Bersaudara Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjara
-
Gunakan Jalur Tikus di Maluku, 3 WN Pakistan Penyelundup Manusia Diciduk Imigrasi
-
Irvian Bobby Ungkap Awal Mula Noel Minta Ducati Rp600 Juta: Motor yang Cocok Buat Saya Apa?
-
Menguak Peran Ibrahim Arief di Kasus Chromebook, Sengaja Kunci Proyek Demi Monopoli Vendor?
-
Terungkap! Alasan Noel Sebut Bobby Mahendro Sultan Kemnaker, Ternyata Gara-gara 'Leboy'
-
LNHAM Bongkar Dugaan Penyiksaan Massa Aksi Agustus 2025: Wajah Dilumuri Cabai dan Gigit Lonceng
-
Daftar Wilayah Jepang Dihantam Tsunami Hari Ini