Suara.com - Sebuah pernyataan dari anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munachisin, memicu perdebatan panas di ruang publik.
Dalam sebuah unggahan media sosial yang viral, Zainul anggota dewan dari Fraksi PKB ini, menyoroti kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi tantangan dunia kerja saat ini.
Menurutnya, salah satu kendala utama dalam penyerapan tenaga kerja adalah ketidaksiapan dari sisi pencari kerja itu sendiri.
"Kita harus jujur mengakui, banyak dari sumber daya manusia kita yang belum sepenuhnya siap untuk mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini, terutama yang menuntut keahlian spesifik," ujar Zainul dikutip Senin (14/7/2025).
Pernyataan ini sontak menjadi bumerang. Alih-alih mendapat dukungan, pandangan Zainul justru dikritik habis-habisan oleh netizen, terutama dari kalangan anak muda yang sedang berjuang di tengah sempitnya bursa kerja.
Banyak yang merasa pernyataan tersebut tidak mencerminkan realitas dan terkesan menyalahkan korban dari minimnya kesempatan.
Kritik publik semakin tajam ketika dihubungkan dengan salah satu janji kampanye fenomenal dari pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka: penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan.
Memasuki pertengahan tahun 2025, janji tersebut kembali ditagih oleh masyarakat yang merasa belum melihat dampak signifikannya.
"Narasinya selalu menyalahkan pencari kerja, bukan penyedia kerja. Janji 19 juta gimana kabarnya? Sudah sampai mana progresnya per Juli 2025 ini?" tulis seorang pengguna X (dulu Twitter) dengan sinis.
Baca Juga: KPK Patahkan Dalih Hasto: 'Fakta Baru' Muncul, Kasus Harun Masiku Bukan Daur Ulang
Komentar lain yang tak kalah pedas menyahut.
"Skill ada, Pak. Kemauan kerja ada. Yang tidak ada itu lowongannya. Kalaupun ada, kualifikasinya 'langit', gajinya 'bumi'," kritik salah satu netizen lain.
Realita Pahit di Bursa Kerja Domestik
Pandangan netizen tersebut bukanlah tanpa dasar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih menjadi tantangan serius, terutama di kalangan lulusan baru SMK dan universitas.
Banyak anak muda produktif dengan segudang kemampuan, mulai dari literasi digital hingga keahlian kreatif, justru kesulitan menembus pasar kerja formal.
Masalahnya seringkali bukan pada kapabilitas, melainkan pada ketersediaan lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja baru setiap tahunnya. Lowongan yang tersedia seringkali menuntut pengalaman bertahun-tahun untuk posisi level awal, atau menawarkan upah yang tidak sepadan dengan biaya hidup di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus
-
Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi
-
Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental
-
Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0
-
BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud
-
Diskon Mako Bakery Khusus Nasabah BRI, Makan Enak Bayar Gak Sampai Rp20 Ribu!
-
Jonatan Christie Bersyukur Cepat Beradaptasi, Lolos ke Babak Kedua China Open 2026
-
Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!