News / Nasional
Kamis, 17 Juli 2025 | 18:40 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menunjukkan sekaligus mengenalkan logo baru partainya saat berkampanye di Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (16/7/2025). (Foto dok. PSI)

Pernyataan ini, meski ringan, menunjukkan gaya komunikasi politik Kaesang yang khas milenial: santai, sedikit sisi lain, wacana ini terus hidup, mengingat PSI disebut-sebut telah menyiapkan posisi khusus tersebut untuk Jokowi.

Kongres PSI yang akan digelar di dua lokasi prestisius di Solo. Pertama di Graha Saba Buana dan Edutorium UMS.

Acara ini bukan sekadar ajang suksesi. Namun acara yang cukup sarat dengan hubungan keluarga.

Diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu kader ini menjadi panggung utama bagi PSI untuk memperkenalkan identitas barunya.

Solo Jadi Saksi: Transformasi PSI dari Mawar ke Gajah

Salah satu perubahan paling mencolok adalah logo partai.

Bunga mawar yang selama ini menjadi simbol solidaritas dan perjuangan akan digantikan dengan ikon gajah.

Bendera-bendera dengan logo gajah berkepala merah dan berbadan hitam bahkan sudah mulai menghiasi sudut-sudut kota Surakarta.

Perubahan ini adalah sinyal kuat bahwa PSI ingin melepaskan citra sebagai "partai ideal baru. Apa maknanya?

Baca Juga: Wawancara Eksklusif: Bro Ron Lawan Kaesang dengan Politik 'Akar Rumput', Bukan Modal Duit

Kekuatan dan Kebijaksanaan: Dalam filosofis" dan menunjukkan diri sebagai kekuatan politik yang siap bertarung secara riil di kancah nasional.

Perebutan Kursi Ketum: Kaesang Melenggang atau Ada Kejutan Baru?

Status petahana apalagi kinerjanya selama memimpin dianggap cukup baik oleh sebagian kader.

Muncul wacana Jokowi akan masuk ke bursa calon ketum dalam kongres itu. Namun, Kaesang memastikan hal itu tidak akan terjadi.

"Enggak mungkin juga, anak sama bapak saling berkompetisi," tegasnya.

Hasil sementara e-voting menunjukkan keunggulan Kaesang atas dua kandidat lainnyaasi duel ayah-anak di internal partai.

Diketahui, Kaesang akan bertarung dengan nama-nama yang muncul, seperti Ronald Aristone Sinaga (Bro Ron) dan Agus Mulyono Herlambang.

Kongres PSI di Solo akan menjadi titik kulminasi dari berbagai manuver politik kemungkinan Jokowi tidak hanya menjadi Dewan Pembina, tetapi mengambil peran yang lebih sentral.

Meskipun Kaesang telah menepis rumor ini dengan candaan, kehadiran Jokowi yang direncanakan akan membuka kongres tetap menjadi magnet.

Atau justru semua ini hanya akan menjadi gimik politik yang menarik perhatian sesaat?

Load More