Suara.com - Isu lama soal keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas dan menjadi perbincangan publik. Namun, kali ini dengan sebuah plot twist yang tak terduga, seorang mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) yang pernyataannya viral, kini muncul ke publik dengan pengakuan mengejutkan.
Ia mengklaim telah dijebak oleh Bambang Tri Mulyono, penulis buku kontroversial "Jokowi Undercover", dan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur.
Pengakuan ini sontak mengubah arah narasi, dari yang semula menyerang validitas ijazah sang presiden, menjadi sebuah drama tentang dugaan manipulasi dan jebakan untuk kepentingan tertentu.
Dalam video klarifikasi terbarunya, mantan rektor UGM tersebut dengan tegas menarik ucapannya yang sempat direkam dan disebarkan.
Ia menceritakan bahwa dirinya tidak pernah berniat untuk menyatakan ijazah Jokowi palsu. Sebaliknya, ia merasa percakapannya telah dipelintir dan dimanfaatkan setelah dijebak dalam sebuah pertemuan yang tidak ia duga sebelumnya.
Klarifikasi ini menjadi sentral karena membantah secara langsung narasi yang dibangun oleh pihak Bambang Tri dan Gus Nur. Sang mantan rektor menjelaskan bahwa dirinya didatangi di rumahnya tanpa pemberitahuan yang jelas mengenai tujuan akhir pertemuan tersebut.
"Saya benar-benar merasa dijebak oleh mereka," ungkapnya dalam video klarifikasi yang beredar luas, merujuk pada pertemuan dengan Bambang Tri dan Gus Nur.
Pernyataan ini krusial karena menunjukkan adanya unsur kesengajaan dari pihak lain untuk merekam dan menyebarkan konten yang berpotensi menimbulkan kegaduhan politik, dengan mengorbankan kredibilitas seorang akademisi senior.
Untuk memberikan gambaran utuh, sang mantan rektor membeberkan kronologi peristiwa yang menjeratnya. Menurutnya, semua berawal ketika Gus Nur menghubunginya dengan niat untuk bersilaturahmi. Namun, kenyataannya berbeda.
Awal Mula Kontak
Gus Nur menjadi orang pertama yang menjalin komunikasi dan meminta waktu untuk berkunjung ke kediaman sang mantan rektor.
Tanpa diduga, Gus Nur tidak datang sendiri. Ia membawa serta Bambang Tri Mulyono, sosok yang selama ini dikenal sebagai penyebar utama isu ijazah palsu Jokowi.
Dalam pertemuan tersebut, terjadi diskusi yang direkam tanpa sepengetahuan penuh atau izin eksplisit dari sang mantan rektor untuk tujuan publikasi luas. Konteks pembicaraan diduga kuat telah dipotong dan diedit.
Hasil rekaman tersebut kemudian diunggah ke kanal YouTube Gus Nur, dengan judul dan narasi yang provokatif, seolah-olah sang mantan rektor memvalidasi tuduhan ijazah palsu.
Kronologi ini membuka tabir bagaimana sebuah isu dapat "digoreng" dengan memanfaatkan ketidaktahuan dan memanipulasi kepercayaan narasumber.
Tag
Berita Terkait
-
Said Didu Khawatirkan Keselamatan Eks Rektor UGM Usai Kritik Ijazah Jokowi, Ini Jawaban Sofian Effendi
-
Projo Dicecar Soal Abraham Samad dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Apa Kaitannya?
-
Tarik Ucapan soal Ijazah Jokowi Palsu, Mantan Rektor UGM Merasa Dijebak? Ini Klarifikasi Lengkapnya
-
5 Poin soal Ijazah Jokowi yang Bikin Heboh dan Ditarik Balik Eks Rektor UGM
-
Kelakar Roy Suryo! Siap Adu Fisik Ijazah Jokowi, Punya 10 Pembanding yang Asli
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026