Harapan untuk mendapatkan jawaban cepat kini terbentur pada kompleksitas bukti-bukti forensik.
Jejak CCTV yang Meragukan: Rekaman CCTV hanya menunjukkan Arya masuk ke kamarnya seorang diri.
Namun, ahli digital forensik Abimanyu Wahyu Hidayat menyoroti kejanggalan pada rekaman yang beredar, terutama pada time stamp yang ikut bergerak saat video di-zoom.
Hal ini membuka kemungkinan rekaman telah direkayasa atau adanya blind spot yang dimanfaatkan pelaku.
Hingga kini, hasil lengkap pemeriksaan patologi dan toksikologi dari tim forensik belum dirilis ke publik.
Laporan inilah yang akan memastikan apakah ada zat asing di tubuh korban atau luka dalam yang tak terlihat.
Sementara itu, ponsel dan laptop milik Arya menjadi "kotak hitam" kasus ini.
Tim forensik siber sedang bekerja keras menelusuri riwayat komunikasi, data yang dihapus, dan aktivitas online terakhir korban.
Proses ini sangat teliti dan memakan waktu, menjadi salah satu alasan mengapa kesimpulan belum bisa ditarik.
Baca Juga: Misteri Kematian Diplomat Arya Daru: Kompolnas Ungkap Informasi Baru yang Mengubah Arah Kasus?
Dua pekan tanpa kemajuan signifikan membuat berbagai skenario liar berkembang di masyarakat. Teori bunuh diri yang rumit masih menjadi salah satu opsi, meski para ahli kriminologi banyak yang skeptis.
Di sisi lain, teori pembunuhan semakin menguat, terutama setelah terungkap bahwa Arya pernah menjadi saksi kunci dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kaitan ini memunculkan dugaan bahwa kematiannya adalah aksi pembungkaman yang terencana.
Metode penggunaan lakban di wajah, menurut aktivis HAM Bambang Widjojanto, adalah "simbol pembungkaman" yang mengirim pesan menakutkan.
Pihak keluarga, yang masih diselimuti duka mendalam, memilih untuk tidak banyak berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Begitu pula dengan Kementerian Luar Negeri yang mempercayakan pengungkapan kasus ini kepada Polri.
Kasus kematian Arya Daru Pangayunan telah berevolusi menjadi sebuah misteri nasional.
Ini bukan lagi sekadar kasus kriminal, tetapi juga ujian bagi kemampuan investigasi Polri dalam menghadapi skenario yang sangat kompleks dan minim bukti awal.
Berita Terkait
-
Misteri Kematian Diplomat Arya Daru: Kompolnas Ungkap Informasi Baru yang Mengubah Arah Kasus?
-
Kompolnas Kantongi 'Sesuatu yang Baru' dari Keluarga, Kematian Diplomat Kemlu Segera Terungkap?
-
Kasus TKI Ilegal: BPMI Ungkap Jalan Pintas Berisiko Hingga Misteri Kematian Diplomat
-
Kapolri: Kasus Arya Daru Akan Diungkap Lewat Scientific Crime Investigation
-
Kasus Diplomat Muda Tewas: Kapolri Janjikan Penyelidikan Cermat dan Ungkap Fakta Sebenarnya
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
6 Fakta Kasus Guru Honorer Tri Wulansari, Tegur Murid Berujung Tersangka
-
Dicap 'Raja Bolos' Sidang MK, Anwar Usman Akhirnya Buka Suara: Saya Sakit
-
Riuh di Balik Tembok Keraton Solo: Tradisi, Takhta, dan Negara
-
Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Gandeng Kapolri Berantas Jalur Ilegal
-
Penutupan Berkepanjangan Bandung Zoo Dinilai Picu Kebocoran PAD dan Praktik Tak Resmi
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 Kapan Ditutup? Ini Batas Waktu Krusial dan Risikonya
-
Cuaca Buruk Hambat Evakuasi ABK KM Bintang Laut, Tim SAR Fokus Selamatkan Korban di Perairan Arafura
-
Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan dalam Kasus Dugaan Kesaksian Palsu Direktur PT WKM
-
Kejagung Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Buntut Banjir Sumatra
-
Soroti Tata Kelola Aset dan Karier Jaksa Daerah, DPR Minta Kejagung Lakukan Pembenahan Menyeluruh