Suara.com - Tifauzia Tyassuma atau akrab disapa dokter Tifa kembali menyoroti perubahan fisik yang terlihat pada tubuh mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi.
Melalui akun X resmi miliknya, dokter Tifa mengunggah gambar tangkapan layar yang memperlihatkan momen Presiden RI Prabowo Subianto tengah diwawancara oleh para awak media. Dalam gambar tersebut, terlihat pula Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming yang berdiri di sebelahnya.
Namun, dokter Tifa menyoroti Jokowi yang berada tak jauh dari putra sulungnya. Jokowi tampak mengenakan kemeja putih seperti biasa dan terlihat menatap ke arah kamera. Dokter Tifa menilai jika wajah Jokowi semakin menghitam.
Sebelumnya, dokter Tifa sendiri menilai bahwa Jokowi terkena autoimun, bukan sekadar alergi biasa seperti yang diberitakan. Ia menduga jika Jokowi menerima injeksi steroid dosis tinggi yang kini menyebabkan warna kulitnya menghitam.
"Saya kasihan dengan beliau. Rasa kasihan seorang dokter. Injeksi steroid dosis tinggi menenangkan dan menyenangkan sesaat. Tampak sehat sesaat. Tapi kemudian segera diiringi rebound phenomenon. Kulit menghitam dengan cepat, keropos tulang dengan cepat, jalan tertatih menahan nyeri, lekas lelah dan harus duduk menerima tamu," tulis dokter Tifa.
Lebih lanjut, dokter Tifa menilai bahwa tak ada pilihan lain selain penggunaan steroid jika ingin terlihat cepat sembuh.
"Apakah ada alternatif selain steroid high dose untuk mengatasi tanda dan gejala? Kalau memang cepat kelihatan 'sembuh' ya tidak ada lainnya. Steroid yang merusak organ dan membunuh adalah pilihan yang tidak ada bagus-bagusnya, tetapi harus dipilih," tambah dokter Tifa.
Dalam cuitan lainnya, dokter Tifa menyamakan Jokowi dengan jenderal perang dari Kerajaan Aksum, Abrahah al-Asyram. Ia juga dikenal sebagai raja dari Arab Selatan yang gagal merebut Kabah di Mekah pada sekitar tahun 570 Masehi.
Dikisahkan bahwa Abrahah ingin menghancurkan Kabah dengan mengirim pasukan gajah, namun sebagaimana tafsir dari Surah Al-Fiil, Abrahah turut binasa dengan pasukannya setelah dijatuhi batu-batu panas yang dibawa burung ababil.
Baca Juga: Bongkar 'Serakahnomics' Warisan Jokowi, Langkah Berani Prabowo Terancam Dijegal Partai Pragmatis?
"Abrahah masa lalu diserang ababil. Abrahah masa kini diserang autoimun. Apa yang didapatkan sekarang? Sakit berat organ-organ rusak satu demi satu, jalan tertatih, kepala makin botak abnormal, wajah dan kulit rusak, ditambah dengan tahi lalat melanoma yang makin membesar di pipi, semua terpampang dengan jelas. Tak bisa ditutupi," cuit dokter Tifa.
Ia menilai bahwa Jokowi pun kini mendapatkan hinaan dari masyarakat. Bukan tanpa sebab mengaitkan Jokowi dengan Abrahah, lantaran karena lambang PSI yang belakangan berubah menjadi gajah.
"Memilih mengganti lambang partai saja dibikin salah sama Allah. Gajah yang bukan bersila dalam posisi teratai ala dewa Ganesha, sebagai lambang kebijaksanaan. Malah gajah dalam posisi marah, menaikkan kaki untuk menerjang musuh. Jadinya mengingatkan pada gajah-gajah pasukan Abrahah 1500 tahun lalu, yang hancur dihajar burung-burung kecil ababil. Itulah kuasanya Allah," sambungnya lagi.
Dokter Tifa mengatakan bahwa sejarah kini terulang setelah Jokowi berkuasa selama 10 tahun.
"Sejarah selalu mengulang dirinya sendiri. Sejarah selalu mengulang kisahnya sendiri. 1500 tahun lalu, ada raja pongah sombong bernama Abrahah. Dia datang menuju Mekkah dengan maksud untuk menghancurkan dan menguasai Mekkah, untuk terus memaksa penduduk Mekkah tetap menjadi penyembah berhala. Atas kesombongannya, Allah menurunkan burung-burung ababil ang membawa batu-batu panas, yang meluluhlantakkan pasukan gajah bagaikan daun-daun yang dimakan ulat (QS Al Fil). Saat ini, pasukan gajah sedang dibentuk: membela angkara murka, membela kebohongan, membela penjahat yang menghancurkan bangsa dan rakyat selama 10 tahun!" pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Ratusan Pengungsi Gunung Sinabung Mulai Pulang ke Kuta Tengah
-
Ulasan Bapakmu Kiper: Drama Ayah dan Anak dalam Sepak Bola Tarkam
-
Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis
-
Pertamina Eco RunFest 2026 Jadi Gerakan untuk Sehatkan Manusia dan Lingkungan
-
Ancaman Bencana Kepung Jogja, DPRD Sindir Pemda: Anggaran Beli Tanah Ada, Keselamatan Warga Tak Ada
-
Praktisi Hukum Dukung Perampasan Aset Tanpa Pidana untuk Kejar Harta Koruptor
-
Purbaya Tunggu Prosedur Clear untuk Bayar Cicilan Koperasi Desa Merah Putih
-
12 Arti Mimpi Ditangkap Polisi atau Dikejar Orang Menurut Primbon
-
Republik Makan Siang: Keselamatan yang Tersisih demi Perut yang Kenyang
-
Bencana Datang Beruntun, Tapi Anggaran Penanggulangan Paling Rendah, Purbaya: Tak Perlu Khawatir!