Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan tiga program unggulan di bidang kesehatan dengan pendekatan home service, yakni Pasukan Putih, JakCare, dan JakAmbulans. Ketiganya merupakan bagian dari realisasi program 100 hari kerja Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Program ini dirancang sebagai jawaban atas tantangan akses layanan kesehatan di kota metropolitan seperti Jakarta. Pendekatan home service dipilih untuk membawa layanan kesehatan langsung ke rumah warga, terutama bagi mereka yang selama ini sulit menjangkau fasilitas kesehatan konvensional, seperti lansia dan orang dengan disabilitas.
"Ini bukan hanya untuk melayani lansia, tetapi juga untuk anak di atas 18 tahun yang memiliki persoalan kesehatan dengan tingkat ketergantungan berat, dalam artian tidak bisa menjalani aktivitas dasar secara mandiri, apakah itu stroke dan sebagainya," ujar Pramono kepada wartawan, dikutip Jumat (29/7/2025).
Melalui program ini, tenaga kesehatan aktif menyambangi permukiman warga, melakukan pemeriksaan dasar, edukasi kesehatan, hingga pendampingan untuk pasien dengan kebutuhan khusus.
Sementara JakAmbulans, Pramono menjelaskan, layanan ini dihadirkan dengan penambahan unit Tim Medis Gerak Cepat. Tim tersebut terdiri atas tenaga kesehatan profesional yang mampu memberikan layanan pre-hospital care hingga proses evakuasi ke fasilitas kesehatan.
Saat ini, tersedia 86 ambulans advance dan 17 motor ambulans. Pramono mengatakan, warga yang membutuhkan JakAmbulans bisa menghubungi nomor 112 atau 1119, atau melalui aplikasi JAKI. Semuanya gratis.
"Program JakAmbulans hadir sebagai bentuk perlindungan dasar bagi warga Jakarta. Kami menambah unit Tim Medis Gerak Cepat yang terdiri atas tenaga kesehatan profesional. Layanan ini gratis. Apabila ada pihak yang mencoba memungut bayaran, maka segera laporkan," urainya
Di sisi lain, JakCare menghadirkan integrasi layanan kesehatan mental berbasis digital. Aplikasi ini memudahkan warga mengakses layanan tanpa perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, program ini merupakan upaya konkret dalam memperluas layanan kesehatan jiwa yang mudah dijangkau, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan psikologis. Ia menyampaikan, peluncuran JakCare merupakan bagian dari respons jangka panjang terhadap kesehatan mental warga Jakarta sebagai kota global.
Baca Juga: KSB: Warga Dapat Kunci, Tapi Gubernur DKI Ditegur! Ada Apa dengan Klaim Pramono?
“JakCare hadir sebagai teman bicara yang dapat diakses kapan dan di mana saja. Masyarakat bisa langsung berkonsultasi dengan psikolog klinis dari perangkat digital mereka, tanpa perlu datang ke fasilitas kesehatan dan tanpa biaya,” jelas Ani.
JakCare memberikan telekonsultasi kesehatan jiwa gratis yang terhubung langsung dengan psikolog klinis. Pengguna bisa mengakses layanan ini melalui hotline 0-800-1500-119 atau melalui aplikasi JAKI.
“Dalam pelaksanaannya, JakCare menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi profesi dan fasilitas pelayanan kesehatan, untuk memastikan pelayanan yang diberikan berkualitas dan sesuai standar etik profesi psikologi,” katanya.
Selain telekonsultasi, masyarakat yang membutuhkan perawatan lanjutan akan diarahkan ke fasilitas layanan kesehatan jiwa yang tersedia di puskesmas ataupun RSUD Jakarta.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ada ruang aman dan profesional yang siap membantu lewat JakCare,” tandas Ani.
Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah menilai program home service kesehatan yang diluncurkan Pemprov DKI merupakan langkah progresif dalam memperluas jangkauan layanan publik. Menurutnya, pendekatan jemput bola sangat relevan untuk wilayah urban seperti Jakarta yang kompleks dan padat penduduk.
Berita Terkait
-
KSB: Warga Dapat Kunci, Tapi Gubernur DKI Ditegur! Ada Apa dengan Klaim Pramono?
-
Balai Kota Jakarta Jadi Studio Dadakan: SBY Dampingi Pelukis Jerman Ciptakan Karya Seni Ikonik
-
SBY Comeback Usai Sakit, Boyong Pelukis Top Jerman untuk Abadikan Monas dari Puncak Balai Kota
-
Janji Manis Gubernur DKI, Nasib Pedagang Pasar Puring Mengambang: Nanti Ditangani!
-
Sambangi Balai Kota Siang Ini, SBY: Saya Menghadap Pak Gubernur
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!
-
Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan
-
Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito
-
Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar
-
Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara
-
Bupati Kuansing Minta Land Cruiser, Mobil Dibeli Kredit dengan Cicilan Rp46 Juta Per Bulan
-
AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?
-
Waspada! Kebijakan B50 Bisa Picu Krisis Minyak Goreng dan Bencana Lingkungan Akibat Sawit
-
Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air
-
Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN