Suara.com - Mulyono, teman kuliah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya muncul ke publik dan memberikan klarifikasi. Namanya viral dengan tuduhan sebagai calo tiket bus di Terminal Tirtonadi, Solo.
Mulyono memberikan klarifikasi ditemani kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama.
Mulyono yang akrab dipanggil Mukidi oleh kawan-kawannya, membantah keras tudingan dirinya adalah calo Terminal Tirtonadi.
Klarifikasi tersebut disampaikan dalam sebuah video yang diunggah oleh Dian Sandi pada Senin (28/7/2025). Hal itu dilakukan sebagai respons atas tuduhan yang sebelumnya dilontarkan pengacara Muhammad Taufiq dan aktivis media sosial, dokter Tifa.
“Sampai Pak Taufiq itu cari ke terminal. Tapi orang terminal bilang tidak pernah melihat orang ini. Fitnah-fitnah saja,” ujar Dian Sandi.
Mulyono sendiri menanggapi tudingan tersebut dengan santai dan penuh tawa. Ia mengaku tak menyangka akan dikaitkan dengan dunia percaloan.
Berikut 5 pengakuan Mulyono yang ia sampaikan untuk meluruskan fakta yang berkembang.
1. Pernah Beli Tiket Tapi Bukan Jadi Calo
Saat ditanya apakah dirinya memang pernah jadi calo, Mulyono tertawa. “Kalau beli tiket pernah, Pak,” jawabnya sambil terbahak. Ia menegaskan bahwa dirinya tak pernah bergelut dalam dunia percaloan.
2. Karier Sebagai Rimbawan
Mulyono menjelaskan bahwa usai lulus kuliah di Fakultas Kehutanan UGM, ia langsung terjun ke lapangan.
“Saya selesai kuliah langsung ke Pulau Mentawai, lalu keliling ke Maluku, Sulawesi, Papua, dan terakhir di Jambi,” katanya.
3. Pekerjaan di Sektor Swasta Kehutanan
Ia menyatakan telah berkarier puluhan tahun di sektor swasta, khususnya dalam bidang kehutanan.
“Saya orang swasta, jadi enggak pernah pensiun. Saya kerja di lapangan seperti survey dan inventarisasi area-area,” jelasnya.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
7 Fakta Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Banjarmasin yang Menjerat Mulyono
-
Terjaring OTT dan Resmi Ditahan KPK, Kepala Pajak Banjarmasin Akui Salah Terima Janji Suap
-
KPK Ungkap Kepala KP Pajak Banjarmasin Mulyono Rangkap Jabatan Jadi Komisaris Sejumlah Perusahaan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas
-
Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!