Unggahan lawas Sri Mulyani cosplay menjadi Luffy itu kini kembali menjadi sorotan netizen. Berbagai komentar terlihat menghiasi unggahan tersebut.
“Emang pemerintah ini serba salah, udahlah menganggap makar orang-orang yang pake bendera one piece, ketampol sendiri dengan pejabat-pejabat yang mengidolakan one piece, diantaranya wapres yg ada gambar one piece di kaosnya waktu debat cawapres,” tulis akun @alas***
“Ratu pajak laut,” ujar akun @Sugi***
“One Piece-nya gak masalah, emang pejabat generasi ini pada gobl*k aja,” komen akun @Biar***
“Ngakunya idola one piece tapi malah cosplay jadi tenryubito, mul mul,” ujar akun @faiz***
“Penghisap pajak rakyat,” ujar akun @soft***
Kontroversi Sri Mulyani
Sri Mulyani menjadi salah satu menteri yang kerap menjadi bahan gunjingan netizen di media sosial.
Beberapa kebijakannya terutama yang menyangkut masalah pajak kerap disebut membebani masyarakat kecil.
Baca Juga: Mengapa Pengibaran Bendera One Piece Jelang 17 Agustus Bisa Dituduh Makar?
Beberapa waktu lalu, Sri Mulyani mengungkap soal adanya kemungkinan perencanaan cukai pada Produk Pangan Olahan Bernatrium (P2OB).
Hal itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin, 14 Juli 2025.
Tantu saja rencana tersebut langsung menjadi perhatian besar bagi produsen makanan di Indonesia.
Tak cukup sampai di situ, Sri Mulyani juga baru-baru ini mengungkapkan bahwa akan memberlakukan aturan baru pajak emas batangan.
Hal tersebut termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 52 Tahun 2025. Aturan tersebut mulai efektif pada 1 Agustus 2025.
"Atas pembelian emas batangan oleh Lembaga Jasa Keuangan penyelenggara Kegiatan Usaha Bullion yang telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan sebesar 0,25% (nol koma dua puluh lima persen) dari harga pembelian tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai," demikian bunyi kutipan dari PMK 51/2025.
Berita Terkait
-
8 Link Twibbon Wanted One Piece, Cara Mudah Bikin Poster Buronan Ala Luffy dan Nakama
-
Luruskan Omongan Sebelumnya, Dasco Soal Bendera One Piece: Tak Masalah, Tapi Ada yang Salahgunakan
-
Beda Sikap Soal Bendera One Piece: Ketua MPR Bilang Kreatif, Istana: Merah Putih Bukan Pilihan!
-
Dirut Bank Mandiri Dicopot, Anak Buah Sri Mulyani Bertahan di Jajaran Komisaris
-
Melawan Arus, Baskara Putra dan Warganet Lantang Suarakan Protes Sweeping Bendera One Piece
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'