Suara.com - Gubernur Bali Wayan Koster menunjukkan ketegasan tanpa kompromi dalam usahanya merevolusi pengelolaan sampah di Pulau Dewata.
Menghadapi protes dan antrean akibat kebijakan larangan buang sampah organik ke TPA Suwung, Koster menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa lagi mengandalkan pemerintah untuk mengurus sampah yang mereka hasilkan sendiri.
Ia menyerukan sebuah perubahan fundamental dalam perilaku masyarakat, di mana tanggung jawab harus dimulai dari masing-masing rumah.
“Nggak bisa (ada yang keberatan soal kebijakan tersebut), itu harus dihentikan sampah organiknya, harus diolah di rumah sendiri,” tegas Koster, Selasa (5/8/2025).
“Selesaikan sendiri, sampah dibikin sendiri, diselesaikan sendiri. Jangan sampah bikin sendiri orang yang disuruh urus,” lanjutnya dengan nada lugas.
Menurutnya, masalah antrean dan penolakan di TPS adalah tanggung jawab pemerintah daerah untuk diselesaikan dengan membangun fasilitas pengolahan di tingkat desa.
Ia secara jelas menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk bertindak cepat.
“Ya bikin (TPS3R), kabupaten dan kota harus bikin, nggak bisa dibiarkan,” ungkapnya. “(Mengatasi antrean di TPA Suwung) harus ditangani oleh Pemda. Kalau nggak, itu akan menggunung terus,” tambah dia.
Pihak Pemprov Bali, melalui Kepala DKLH I Made Rentin, juga mengklarifikasi bahwa kebijakan ini bukan langkah mendadak, melainkan puncak dari upaya yang sudah dirintis selama enam tahun.
Baca Juga: 20 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahunnya
“Itu sudah dikeluarkan enam tahun lalu dengan regulasi turunan berupa Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah," kata Rentin.
Meski bersikap keras demi kebaikan jangka panjang, Gubernur Koster tetap membuka pintu dialog.
“Nanti akan kita terima cari waktu,” janjinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres
-
Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!
-
Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu
-
Saya Jaga Rel Sejak SMP, Kisah Anak Kampung yang Besar di Perlintasan Liar
-
Puan ke Pemerintah: Rakyat Kecil Jangan Sampai Menanggung Dampak Krisis Global
-
Jerit Ibu di Meksiko: Anak Kami Dihilangkan, Kalian Berpesta Piala Dunia 2026
-
Buka Masa Sidang, Puan Langsung Beri Penghormatan untuk Korban Kecelakaan Transportasi
-
Puan Maharani Buka Masa Sidang V DPR RI, Bahas RUU Strategis hingga Aspirasi Buruh
-
RTM di Bappenas, Luhut Apresiasi Kinerja Kemensos Integrasikan Data dan Digitalisasi Bansos