Suara.com - Konten kreator Fathian Pujakesuma menyebut Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) adalah pemimpin yang buruk.
Hal itu ia sampiakan dalam kontennya yang diunggah pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Ia mengatakan, dirinya bisa tahu Jokowi adalah "sosok bos" yang buruk karena satu pernyataannya.
Pernyataan itu berhubungan dengan apa yang dilakukan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong ketika menjadi Menteri Perdagangan di Era Jokowi.
"Gua bisa tahu bahwa Jokowi adalah bos yang buruk gitu dari satu pernyataan dia aja. Pernyataan bahwa apa yang dilakukan oleh Tom Lembong adalah atas perintah dia. (Muncul cuplikan berita dengan judul "Jokowi Akui Perintah Tom Lembong Impor Gula: Tapi Teknisnya di Kementerian"), ucapnya, dikutip di hari yang sama.
Ia menyebut, pendapatnya ini bukan dari sudut pandang hukum lantaran Fathian bukan orang hukum.
"Gua nggak akan ngomongin ini dari segi hukum. Gua bukan orang hukum, tapi gua kerja di tempat kerja yang ada organisasi oke," ujarnya.
Fathian menyamakan posisi presiden dalamm perusahaan ialah CEO.
Sedangkan posisi menteri, ia anggap sebagai seorang direktur,
Baca Juga: Komardin: Ekonomi Remuk Sejak Isu Ijazah Jokowi Mencuat
"Ibaratnya perusahaan, presiden itu CEO, menteri hmm let's say (setara) direktur gitu (jabatannya)," sebutnya.
Ia menyampiakan, dalam organisasi, struktur pekerjaan khususnya, orang salah dan yang bertanggung jawab bisa ada 2 tokoh.
"Nah dalam organisasi, dalam struktur pekerjaan, orang yang salah dan orang yang bertanggung jawab bisa jadi dua orang yang berbeda. Apalagi kalau kita ngomongin relasi atasan bawahan, yang salah bisa jadi bawahan. Tapi yang tanggung jawab harusnya atasannya."
"Lo tahu semua, gua kerja di pabrik. Gua punya atasan (dan) gua punya bawahan. Gua punya bawahan, punya anak buah oke," tegasnya.
Ia mengaku, sebagai orang yang memiliki bawahan dalam dunia kerja, kesalahan sering terjadi
"Apakah bawahan gua sering buat kesalahan? Sering, sering ngaco mereka (kerjanya). Tapi, ketika mereka yang salah, yang harus pasang badan siapa? (Yah) gua. Gua yang tanggung jawab. Mereka yang salah, gua yang tanggung jawab sebagai atasannya. Karena mereka kerja di bawah struktur, di bawah komando yang gua buat. Dan setiap mereka salah, itu bukan karena niat jahat, bukan-bukan. Bisa jadi karena perintah gua, bisa jadi karena approval gua, bisa jadi (juga) karena diam gua, (padahal) gua bisa bilang jangan tapi tidak (gua diam). Bagaimana pun itu, tanggung jawab gua," bebernya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar
-
AHY: Perjuangan Demokrat Bukan Cuma Bagi-bagi Kurban, Tapi Kebijakan Pro-Rakyat
-
Berani! Prancis Gugat Israel karena Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian
-
Bukan Uang Pribadi, MUI Sarankan Dana Kurban 1.098 Sapi Prabowo Diaudit
-
Banyak Masyarakat Masih Mampu Berkurban, Golkar Sebut Ekonomi Indonesia Masih Oke
-
Bahlil Sumbang Hewan Kurban ke Seluruh DPD Golkar, Totalnya Lebih dari 40 Ekor
-
Bukan di Kelas, Puluhan Anak PAUD Tangerang 'Geruduk' Aviary Park Demi Belajar Literasi
-
Puan Maharani Kurban Sapi Limousin 1 Ton, Singgung Soal Keadilan Sosial di Idul Adha
-
Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal