Suara.com - Usai batalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen, Bupati Pati Sudewo menyampaikan ada sejumlah konsekuensi yang harus diterima akibat pembatalan rencana tersebut.
Bupati Pati Sudewo mengatakan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang telah dianggarkan dalam perubahan APBD 2025 terpaksa harus dibatalkan.
"Memang ada konsekuensi beberapa pekerjaan yang sudah dimasukkan dalam rencana perubahan anggaran tahun 2025 ini tidak berjalan," kata Bupati Pati Sudewo, mengutip dari unggahan Facebook Patinews, Jumat 8 Agustus 2025.
Salah satu proyek yang paling krusial dan terpaksa dibatalkan adalah perbaikan infrastruktur jalan.
Menurut Sudewo, beberapa ruas jalan yang perbaikannya merupakan janji untuk mengakomodir usulan dari para kepala desa kini tidak dapat direalisasikan.
"Jadi, ada beberapa infrastruktur jalan yang masuk di situ yang merupakan janji kami mengakomodir permintaan kepala desa itu juga tidak berjalan," ujar Sudewo.
Selain jalan, proyek pembangunan di sektor kesehatan juga ikut terdampak pembatalan kenaikan PBB P2 250 persen.
Sudewo mengatakan rencana perbaikan darurat di RSUD RAA Soewondo yang kondisinya membahayakan terpaksa ditunda.
Padahal, Sudewo beranggapan perbaikan ini dinilai mendesak untuk menjamin keselamatan pasien dan staf rumah sakit.
Baca Juga: Era Sunyi di Kafe? Aturan Royalti Ancam Playlist Andalan Pengusaha
"Ada juga perbaikan RSUD Soewondo, itu plafonnya jebol yang memang membahayakan pasien kalau plafon itu jatuh," imbuh Sudewo.
"Maksud kami juga akan saya tangani pada anggaran perubahan ini. Akhirnya juga batal, tidak bisa dilaksanakan," jelas Sudewo dengan rinci.
Proyek penataan Alun-Alun Pati yang bertujuan untuk meningkatkan estetika dan fungsi ruang publik juga menjadi korban.
Sudewo memaparkan beberapa rencana detail untuk wajah baru alun-alun yang kini harus ditunda dulu.
"Nah alun-alun tuh demikian. Mengapa alun-alun ini akan kami tata lagi? Karena alun-alun ini ada tempat duduk kecil-kecil, yang mana tempat duduk ini tidak dipakai duduk atau nongkrong tapi orang lewat terganggu dengan tempat duduk yang kecil ini," katanya memaparkan.
Salah satunya, Sudewo mengatakan tak bisa menata alun-alun lebih estetik dengan menghilangkan beberapa spot.
Berita Terkait
-
Warga Geruduk Kantor Satpol PP Pati, Marah Donasi Air Mineral untuk Demo Disita
-
Kemarin Ngotot Naikkan PBB 250 Persen, Kini Viral Video Bupati Pati Sudewo Nyawer Biduan
-
Batalkan Kenaikan Pajak 250 Persen, Bupati Pati Sudewo Janji Kembalikan Uang Warga yang Sudah Bayar
-
Resmi, Bupati Pati Sudewo Batalkan Kenaikan PBB 250 Persen demi Situasi Kondusif
-
Disoraki Warga, Reaksi Bupati Pati Sudewo Makin Bikin Kesal
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?