Suara.com - Nama Ira Hoeriah baru-baru ini jadi perbincangan netizen di berbagai platform media sosial usai dirinya diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar atau pungli.
Sosok Kepala Sekolah SDN Ciledug Barat, Tangerang Selatan, Banten ini diduga melakukan pungli dengan mengenakan beban seragam sekolah kepada orang tua murid sebesar Rp1,1 juta.
Menanggapi kasus ini, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Tangerang Selatan, Didin Sihabudin mengungkapkan bahwa Kepsek SDN Ciledug Barat tersebut telah mengakui perbuatannya tersebut.
Namun, Didin Sihabudin menyebut Ira Hoeriah belum menikmati uang hasil pungli tersebut lantaran tidak ada transaksi yang terjadi.
“Kepala Sekolah sudah kami panggil, ia mengakui kesalahan dan mencantumkan rekening pribadinya. Namun belum ada transaksi yang terjadi,” ujar Didin Sihabudin pada salah satu kesempatan.
Meskipun demikian, bukti bahwa Ira Hoeriah tidak menerima uang hasil pungli tersebut tidak langsung melunturkan unsur-unsur pidana dalam aksinya yang tidak patut tersebut. Kini dirinya masih diproses lebih lanjut dan terancam dikenakan saksi berat oleh pihak yang berwenang.
Kronologi Kasus Dugaan Pungli Seragam oleh Kepsek SDN Ciledug Barat
Kasus ini berawal dari pengakuan salah satu orang tua murid, Nur Febri Susanti (38), mengungkapkan tindakan tak bermoral Kepsek tersebut. Nur bercerita ketika ia sedang mendaftarkan ulang kedua anaknya untuk bersekolah di SDN Ciledug Barat.
Saat mendaftarkan kedua anaknya, ia bertemu langsung dengan Kepsek SDN Ciledug Barat Ira Hoeriah tersebut. Nur dikejutkan dengan nominal iuran seragam yang ditetapkan oleh pihak sekolah melalui Ira.
Baca Juga: Laris Manis Pasar Jatinegara Jelang Tahun Ajaran Baru
Nur diminta untuk membayar uang seragam sekolah untuk masing-masing anaknya sebesar Rp1,1 juta. Tidak hanya sampai di situ, orang tua murid ini juga diminta untuk mentransfer sejumlah uang tersebut ke rekening pribadi milik sang Kepala Sekolah.
“Begitu anak saya diterima, saat mendaftar ulang saya langsung diminta menyiapkan uang seragam Rp1,1 juta per anak. Harus lunas dan ditransfer ke rekening pribadi kepala sekolah,” ujar Nur.
Nur tentu saja terkejut saat mengetahui nominal uang seragam tersebut, mengingat pendapatan dan kondisi ekonominya yang kurang memadai. Pendapatan orang tua murid ini cukup terbatasan lantaran hanya mempunyai sumber penghasilan dari berjualan dan upah suami yang berprofesi sebagai tukang parkir.
“Penghasilan suami saya cuman tukang parkir. Saya juga kadang jualan, kepikiran kalau enggak bisa dicicil seperti apa ya, gimana ya gitu,” ujar Nur kemudian.
Tanggapan DPRD Tangerang Selatan
Menyikapi kasus ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tangerang Selatan mendesak agar Ira Hoeriah segera dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SDN Ciledug Barat tersebut.
Berita Terkait
-
Peras Kepala Sekolah Modus Ancam Dilaporkan, Ketua LSM di Mandailing Natal Ditangkap
-
Aksi 'Bang Jago' Viral! Tukang Palak Pengendara di Thamrin Jakpus Ciut Dicokok Polisi
-
Tangis Intan Mutiara Jadi Hoaks? Misteri Klarifikasi Utang Sekolah Rp 350 Ribu yang Viral
-
Dulu Tangkap Pungli di Aceh, Kini Tangkal Korupsi di Jakarta
-
Pungli Rekrutmen PPSU Cipinang Muara: Lurah Bantah, Inspektorat Turun Tangan!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara