Suara.com - Konten kreator Fathian Pujakesuma menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya ikut bertanggung jawab dalam kasus hukum yang menjerat mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.
Dalam unggahan video yang ia bagikan, Fathian merujuk pada pernyataan Jokowi yang mengakui pernah memerintahkan Tom Lembong untuk melakukan impor gula, sebagaimana diberitakan sejumlah media.
“Gua bisa tahu bahwa Jokowi adalah bos yang buruk dari satu pernyataan dia aja. Pernyataan bahwa apa yang dilakukan oleh Tom Lembong adalah atas perintah dia,” kata Fathian, mengutip pemberitaan dengan tajuk "Jokowi Akui Perintah Tom Lembong Impor Gula: Tapi Teknisnya di Kementerian".
Fathian menegaskan, ia tidak menyoroti aspek hukum, melainkan perspektif manajemen organisasi.
Ia mengibaratkan struktur pemerintahan seperti perusahaan, di mana presiden setara CEO dan menteri setara direktur.
“Dalam organisasi, orang yang salah dan orang yang bertanggung jawab bisa jadi dua orang berbeda. Tapi kalau kita ngomongin relasi atasan-bawahan, yang salah bisa bawahan, tapi yang tanggung jawab harusnya atasannya,” jelasnya.
Berdasarkan pengalamannya bekerja di pabrik, Fathian menyebut bahwa setiap kesalahan anak buah tetap menjadi tanggung jawab pimpinan.
“Mereka yang salah, gua yang tanggung jawab sebagai atasannya. Karena mereka kerja di bawah struktur, di bawah komando yang gua buat,” ujarnya.
Menurutnya, tanggung jawab itu berlaku baik ketika kesalahan dilakukan karena perintah langsung, persetujuan, maupun pembiaran dari atasan.
Baca Juga: Pesan Sudirman Said ke Prabowo: Lakukan Koreksi Total, Jangan Terus Topang Baron Kekuasaan
“Sayangnya, yang kita lihat ini, bukan pemimpin yang mau pasang badan atas kesalahan yang berasal dari perintahnya sendiri. Harusnya, yang duduk di kursi persidangan tidak hanya menterinya, tapi juga orang yang ngasih perintah, yaitu presidennya,” tegas Fathian.
Ia menambahkan, penyebutan nama Jokowi dalam persidangan Tom Lembong seharusnya menjadi alasan kuat untuk memanggil kepala negara tersebut.
“Pemimpin itu nggak cuma soal ngasih perintah, tapi siap dihukum, siap pasang badan untuk semua kesalahan yang terjadi di bawah perintah lo,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik