Di antaranya adalah Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief dan beberapa pegawai lain. Yaqut Cholil Qoumas sendiri telah menjalani klarifikasi di KPK selama hampir lima jam pada Kamis, 7 Agustus.
Merespons pencekalan ini, melalui juru bicaranya, Anna Hasbi, Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa ia akan bertanggung jawab dan mematuhi semua proses hukum yang sedang berjalan.
Profil Yaqut Cholil Qoumas
Yaqut Cholil Qoumas dikenal sebagai sosok yang besar di lingkungan religius dan menempuh pendidikan di Universitas Indonesia sebelum terjun ke dunia politik bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang didirikan oleh ayahnya, K.H. Cholil Bisri.
Yaqut memiliki jejak karier politik yang panjang, termasuk menjadi Wakil Bupati Rembang dan anggota DPR RI sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Menteri Agama oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2020.
Yaqut Cholil Qoumas, yang akrab disapa Gus Yaqut, lahir di Rembang pada 4 Januari 1975. Ia tumbuh dan besar di lingkungan religius di Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Jawa Tengah.
Pendidikan agamanya langsung dibimbing oleh ayahandanya, K.H. Cholil Bisri, seorang ulama terkemuka yang merupakan kakak dari K.H. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).
Selain mendalami pendidikan agama, Gus Yaqut juga menempuh pendidikan umum, mulai dari SD Negeri Kutoharjo, SMP Negeri II Rembang, hingga SMA Negeri II Rembang.
Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI) pada jurusan Sosiologi. Selama menjadi mahasiswa, Yaqut aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Depok, bahkan menjadi salah satu pendirinya. Namun, beredar informasi bahwa ia tidak menyelesaikan pendidikan S1-nya di UI.
Baca Juga: Geledah Kemenkes Terkait Kasus Korupsi RS Kolaka Timur, KPK Lacak Aliran Uang dan Otak Intelektual
Perjalanan karier politik Yaqut dimulai pada tahun 2000-an saat ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang didirikan oleh ayahnya bersama K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Kariernya menanjak dari Ketua DPC PKB Kabupaten Rembang, anggota DPRD, hingga akhirnya terpilih sebagai Wakil Bupati Rembang pada Pilkada 2005.
Setelah jabatannya sebagai Wakil Bupati berakhir, ia memimpin organisasi sayap kepemudaan NU, yaitu GP Ansor, sebagai Ketua DPP dari tahun 2011 hingga 2015.
Pada Pemilu 2015, ia berhasil menjadi anggota DPR RI menggantikan Hanif Dhakiri yang diangkat menjadi Menteri Tenaga Kerja. Pada 22 Desember 2020, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama dalam Kabinet Indonesia Maju.
Gaji dan tunjangan menteri diatur dalam sejumlah peraturan, termasuk PP 75/2000 dan Keppres 68/2001. Berdasarkan aturan tersebut, gaji pokok menteri negara adalah Rp5.040.000 per bulan, ditambah tunjangan jabatan sebesar Rp13.608.000. Jika dihitung dengan tunjangan lainnya, total pendapatan bulanan menteri bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Kini, perjalanan karier politik dan profesionalnya sedang diuji di hadapan hukum.
Berita Terkait
-
KPK Libatkan Ahli Hukum untuk Tafsir SK Pembagian Kuota Haji Era Gus Yaqut
-
Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp1 Triliun Lebih, KPK Curiga Ratusan Agen Travel Terlibat!
-
Korupsi Kuota Haji Terungkap: Asosiasi Travel Incar Keuntungan Ganda, Begini Modusnya!
-
Nasib Gus Yaqut di Ujung Tanduk? KPK Siap Gandeng Ahli 'Kuliti' Masalah Ini
-
Eks Menag Gus Yaqut Berpeluang Tersangka usai Dicekal Kasus Korupsi Haji? Begini Kata KPK!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali