Suara.com - Tabir misteri pembunuhan keji Dea Permata Karisma (27) di Purwakarta akhirnya tersingkap. Polisi secara resmi menetapkan Ade Mulyana (26), asisten rumah tangga (ART) yang bekerja dan tinggal bersama korban, sebagai tersangka utama.
Fakta-fakta yang terungkap di balik pembunuhan ini mengungkap sisi gelap pelaku yang dipicu sakit hati dan hasrat terlarang.
Korban ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di kawasan Perum PJT, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Luka parah di kepala, wajah, hingga dada menjadi saksi bisu kekejaman yang diterimanya.
Ade Mulyana, yang sehari-hari membantu urusan rumah tangga sekaligus usaha pembersihan botol plastik milik korban, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.
Motif Ganda Pembunuhan
Di hadapan penyidik, Ade Mulyana mengaku tega menghabisi nyawa majikannya karena sakit hati merasa gajinya tidak kunjung dibayar. Namun, penyelidikan mendalam mengungkap motif lain yang lebih mengejutkan. Pelaku ternyata juga memendam hasrat seksual terhadap korban.
Ade mengaku sering tergoda saat melihat Dea mengenakan daster saat beraktivitas di rumah. Hasrat gelap yang tak tersalurkan ini diduga menjadi pemicu tambahan yang mendorongnya melakukan tindakan brutal tersebut.
Kombinasi antara dendam karena masalah upah dan nafsu yang terpendam menjadi bom waktu yang meledak pada hari nahas itu.
Kronologi Pembantaian dan Rekayasa Licik Pelaku
Baca Juga: Bripda Alvian Jadi Buronan Paling Dicari, Detik-detik Oknum Polisi Tega Bakar Pacar di Indramayu
Peristiwa pembunuhan terjadi pada 12 Agustus 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan membabi buta, Ade menganiaya korban menggunakan sebuah palu martil.
Pukulan pertama dilayangkan ke bagian belakang kepala korban. Setelah Dea tersungkur lemah, pelaku kembali menghantam bagian mulutnya dengan gagang palu hingga gigi korban rontok.
Untuk menutupi jejaknya, Ade Mulyana melakukan serangkaian rekayasa licik. Ia membuang ponsel milik korban ke Jembatan Cinangka dan menyembunyikan barang bukti lainnya di saluran drainase dekat Bendungan Jatiluhur.
Fakta yang lebih mengejutkan, ancaman misterius yang pernah diterima korban melalui pesan WhatsApp pada 7 Juli 2025, ternyata adalah ulah pelaku.
Ade sengaja mengirim pesan ancaman palsu seolah-olah ada pihak lain yang mengintai korban, sebuah upaya untuk mengalihkan kecurigaan dari dirinya.
Hasil Autopsi Perlihatkan Luka Fatal
Berita Terkait
-
Bripda Alvian Jadi Buronan Paling Dicari, Detik-detik Oknum Polisi Tega Bakar Pacar di Indramayu
-
Ragnar Oratmangoen Ungkap Kasus Pembunuhan, Ada Masalah Apa?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Tangis Histeris Pecah di PN Serang, Ayah Korban Mutilasi: Puas Banget, Sesuai Harapan
-
Kenapa Laporan Dea Dicuekin Sampai Tewas? 7 Fakta di Balik Tragedi yang Bikin Geram
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI: BRI Bersama Danantara Terus Mendukung Ekonomi Rakyat, Termasuk UMKM
-
Meski 4 Pasar Rusak, Pemerintah Jamin Warga NTT Tak Kelaparan
-
Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan
-
HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat
-
Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan
-
Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi
-
RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun
-
Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia
-
HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri