Sesuai protokol, perempuan dan anak-anak diberi prioritas utama.
Hosono hanya bisa pasrah saat melihat empat sekoci terisi penuh.
Ia mengaku dalam surat yang ditemukan kemudian, "tenggelam dalam keputusasaan bahwa [saya] tidak akan bisa lagi melihat istri dan anak-anak [saya] yang tercinta".
Namun, keberuntungan masih berpihak padanya. Sekitar pukul 01:20 dini hari, saat Sekoci 10 hendak diluncurkan, ternyata masih ada dua tempat tersisa.
Setelah menyaksikan seorang pria nekat melompat untuk menyelamatkan diri, Hosono pun mengikuti jejaknya.
Ia berhasil mendarat dengan selamat di sekoci dan diselamatkan bersama penumpang lainnya oleh kapal RMS Carpathia pada pukul 8 pagi, 15 April.
"Penyusup dan Pengecut"
Tentu saja, Hosono sangat gembira bisa bertahan hidup. Namun, sambutan yang ia terima di atas kapal penyelamat Carpathia jauh dari ramah. Ia harus menahan cemoohan dari para pelaut.
"Karena mereka adalah sekelompok pelaut yang tidak berguna, apa pun yang saya katakan tidak didengarkan. [Pada hari terakhir] di ruang merokok, saya berbicara sedikit tentang diri saya; saya menunjukkan kegigihan seperti anjing bulldog dan akhirnya mendapatkan sedikit rasa hormat."
Baca Juga: Count To Love oleh BoyNextDoor: Frustasi Hadapi Hubungan Penuh Pertengkaran
Setibanya di New York, Hosono disambut dengan permusuhan yang lebih besar, terutama dari negaranya sendiri.
Awalnya, sebuah surat kabar lokal menjulukinya "Bocah Jepang yang Beruntung"—meskipun usianya saat itu 41 tahun. Namun, sambutan positif itu hanya seumur jagung.
Berita bohong mulai menyebar di Amerika. Archibald Gracie IV, seorang sejarawan dan penumpang di Sekoci 10, mengklaim Hosono adalah seorang penyusup.
Tuduhan lain menyebutkan bahwa Hosono dan pria lainnya menyamar sebagai wanita agar bisa naik ke sekoci.
Meskipun tuduhan spesifik ini tidak sampai ke Jepang, publik Jepang sudah terlanjur marah atas fakta bahwa ia selamat.
Banyak yang menganggapnya pengecut karena tidak mengorbankan diri.
Berita Terkait
-
Count To Love oleh BoyNextDoor: Frustasi Hadapi Hubungan Penuh Pertengkaran
-
Padahal Negara Teknologi Tinggi, Tapi Diplomat Jepang Beri Jempol Buat QRIS RI: Kami Kalah Jauh!
-
Jepang Tantang Italia di Final Piala Dunia Voli U-21 Putri Usai Libas Bulgaria
-
Sinopsis Romantic Anonymous, Drama Shun Oguri dan Han Hyo Joo di Netflix
-
Steak Ala Jepang yang Meleleh di Lidah: Wagyu Zabuton dengan Negi Butter Sauce
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov