Suara.com - Nama Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, atau lebih dikenal sebagai Rudy Tanoesoedibjo, mendadak menjadi sorotan tajam setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mencegahnya bepergian ke luar negeri.
Sebagai Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik (DNR Logistics) dan kakak kandung taipan media Hary Tanoesoedibjo, pencekalan ini membuka kotak pandora yang menghubungkan gurita bisnisnya dengan dugaan korupsi mega proyek penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kementerian Sosial.
Rudy Tanoe terseret dalam kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) periode 2020-2021. Proyek ini diduga telah merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis.
“Penghitungan awal oleh penyidik, terkait dugaan kerugian keuangan negaranya mencapai kurang lebih Rp200 miliar,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Di tengah pusaran kasus korupsi tersebut, menarik untuk menelisik lebih dalam kerajaan bisnis dan sumber kekayaan Rudy Tanoesoedibjo, yang ternyata menyimpan sisi kontradiktif antara ekspansi agresif dan tumpukan utang yang menggunung.
Gurita Bisnis dari Logistik hingga Farmasi
Rudy Tanoesoedibjo adalah nakhoda utama di balik PT Dosni Roha Indonesia (DNR), sebuah korporasi yang awalnya fokus pada distribusi farmasi dan alat medis. Di bawah kepemimpinannya, DNR Group bertransformasi menjadi pemain logistik terintegrasi.
Perusahaan ini memperluas sayapnya ke berbagai sektor modern, mulai dari teknologi informasi, jasa pengiriman barang, logistik pihak ketiga (third-party logistics), hingga pemenuhan kebutuhan e-commerce.
DNR Logistics, anak usaha yang kini menjadi pusat perhatian KPK, adalah salah satu pilar utama dalam ekosistem bisnisnya.
Baca Juga: Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Tuai Kontroversi, KPK Angkat Bicara
Tidak puas bermain di sektor logistik dan farmasi, Rudy Tanoe melakukan manuver mengejutkan di pasar modal.
Melalui perusahaan ekspor-impor produk farmasi miliknya, PT Trinity Healthcare (THC), ia secara resmi mengambil alih kepemilikan saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), sebuah perusahaan taksi yang berbasis di Jawa Timur.
Akuisisi ini menandai ambisinya untuk merambah berbagai lini bisnis, memanfaatkan THC yang portofolionya mencakup perdagangan umum, distribusi, online trading, hingga teknologi informasi.
Manuver di Pasar Saham dan Kantongi Rp91 Miliar
Sebagai pebisnis ulung, Rudy Tanoe juga aktif dalam transaksi saham. Pada pertengahan tahun 2024, ia tercatat melakukan divestasi atau pelepasan sebagian sahamnya di ZBRA.
Ia melego 242,10 juta lembar saham miliknya dalam serangkaian transaksi pada 9, 11, dan 12 Juli 2024. Dengan harga penjualan yang berada di kisaran Rp378 hingga Rp400 per lembar, kakak kandung Ketua Umum Partai Perindo itu berhasil mengantongi dana segar senilai Rp91,74 miliar.
Tag
Berita Terkait
-
Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Tuai Kontroversi, KPK Angkat Bicara
-
Usut Kasus Korupsi Proyek Jalan di Mempawah, KPK Panggil Staf Ahli Menteri PU
-
Korupsi Bansos Jilid II Jerat 5 Tersangka, Ultimatum Gus Ipul ke Semua Anak Buahnya di Kemensos!
-
Blak-blakan! Ketua KPK Sebut Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Kurang Adil, Kenapa?
-
Setya Novanto Bebas Bersyarat, KPK: Saya Yakin Ada yang Merasa Kurang Adil
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini