Suara.com - Sebuah video dari akun TikTok “romonedzky” pada Rabu, 30 Juli 2025 menampilkan cuplikan keberangkatan sejumlah orang dengan pesawat berwarna putih bertuliskan Iran Air.
Dalam narasi video disebutkan:
“ACARA PELEPASAN PENGUNGSI PALESTINA MENUJU INDONESIA
Release of Palestinian Gaza visitors."
Sejak diunggah, video tersebut telah disukai lebih dari 8.000 kali, dibagikan ulang 917 kali, dan mendapat 870 komentar hingga Kamis, 14 Agustus 2025.
Melansir dari TurnBackHoax.id, tim pemeriksa fakta melakukan penelusuran dilakukan menggunakan Google Reverse Image Search dan sumber pemberitaan terpercaya.
Hasilnya, klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar bukan dokumentasi pemberangkatan pengungsi Palestina ke Indonesia.
Beberapa kejanggalan ditemukan dalam rekaman:
- Pada bagian awal, pesawat yang terlihat adalah Iran Air berwarna putih.
- Namun, pada detik ke-16, pesawat yang muncul memiliki ekor biru muda dan bagian bawah berwarna biru.
Tim menelusuri cuplikan pertama, yang ternyata identik dengan foto publikasi BBC pada Jumat, 13 Januari 2017.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Harus Daftar Rekening Aktif agar Tak Diblokir PPATK?
Foto itu memperlihatkan momen ketika Iran menerima pesawat Airbus pertama dari negara Barat setelah adanya pelonggaran blokade ekonomi.
Sementara itu, cuplikan pada detik ke-16 bukanlah pesawat Iran Air.
Faktanya, video tersebut merupakan bagian dari materi promosi Boeing 737 Max 8, yang pernah ditayangkan oleh Kumparan pada Senin, 27 Desember 2024.
Dengan demikian, potongan-potongan video tersebut disusun ulang sehingga menimbulkan narasi keliru tentang pemberangkatan pengungsi Palestina ke Indonesia.
Dapat disimpulkan, klaim yang menyebut video memperlihatkan “pemberangkatan pengungsi Palestina ke Indonesia” adalah tidak benar.
Faktanya, rekaman itu merupakan gabungan dari dokumentasi lama Iran Air tahun 2017 dan video promosi Boeing 737 Max 8.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya