Suara.com - Terpidana pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Putri Candrawathi, mendapatkan remisi khusus HUT ke-80 RI. Total pemotongan tahanannya mencapai 9 bulan.
Kabar remisi istri Sambo itu dikonfirmasi langsung oleh Lapas Kelas IIA Tangerang, tempat Putri menjalani masa tahanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Tangerang, Triana Agustin, merinci bahwa akumulasi remisi tersebut berasal dari beberapa kategori. Masing-masing, Remisi Umum (RU) sebanyak 4 bulan, Remisi Dasawarsa (RD) selama 3 bulan atau 90 hari dan Remisi Tambahan (RT) selama 2 bulan karena keaktifan dalam kegiatan sosial, termasuk donor darah.
"Bu Putri aktif donor darah, jadi ada remisi tambahan selain RU dan Remisi Dasawarsa. Saya lihat datanya tahun 2024 juga dapat remisi donor darah," ujar Triana, Selasa (19/8/2025).
Selain mendapatkan remisi, kondisi terkini Putri Candrawathi dipenjara juga terungkap. Ia dilaporkan sehat, aktif mengikuti kegiatan pembinaan, serta rutin menerima kunjungan dari anak-anaknya.
Putri juga aktif dalam kegiatan keagamaan di gereja dan bersosialisasi dengan warga binaan lain. Tak hanya itu, ia menekuni keterampilan menyulam dan merajut. Karya-karyanya bahkan sempat dipamerkan di ajang IPPAFest 2025 yang digelar Ditjenpas Kementerian Hukum dan HAM di Aloha PIK 2.
Lantas, berapa tahun Putri Candrawathi divonis penjara?
Sebagai informasi, Putri Candrawathi awalnya divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, Mahkamah Agung memangkas hukumannya menjadi 10 tahun pada tingkat kasasi. Dengan begitu, Putri hanya dipenjara selama 10 tahun.
Suaminya, Ferdy Sambo, divonis hukuman penjara seumur hidup. Sementara terpidana lain seperti Kuat Ma’ruf mendapat pengurangan hukuman dari 15 tahun menjadi 10 tahun, Bripka Ricky Rizal dari 13 tahun menjadi 8 tahun, dan Bharada Richard Eliezer sudah bebas murni.
Kasus pembunuhan berencana Brigadir J juga menyeret enam anggota Polri lainnya yang terbukti melakukan obstruction of justice, yakni Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, Irfan Widyanto, dan Arif Rachman Arifin.
Berita Terkait
-
Momen Ferdy Sambo Pimpin Khotbah di Gereja Lapas Cibinong Jelang Natal
-
Dari Sel ke Mimbar: Intip Momen Ferdy Sambo Ikuti Praise and Worship di Lapas Cibinong Jelang Natal
-
Hendra Kurniawan Batal Dipecat Polri, Istrinya Pernah Bersyukur 'Lepas' dari Kepolisian
-
Mengenang Johnson Panjaitan: Kritik Keras untuk Polri dan Ingatkan 'Potong Kepalanya'
-
Mantan Saksi Ahli Kasus Ferdy Sambo Untungkan Nikita Mirzani, Sebut Tak Ada Pemerasan
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
Pemprov DKI Imbau Warga Wilayah Rawan Tawuran Saling Jaga dari Provokator
-
Surat Google Dicuekin Muhadjir Tapi Dibalas Nadiem, Kini Berujung Sidang Korupsi Chromebook
-
Penghinaan Pemerintah dan Presiden Masuk Delik Aduan, Tutup Celah Simpatisan Bikin Laporan
-
Jaksa Ungkap Cara Nadiem Hindari Konflik Kepentingan di Pengadaan Chromebook
-
Dikira Maling, Pria Mabuk yang Panjat Atap Rumah Warga di Pancoran Ternyata Hanya...
-
Jerat Baru Pasal Perzinaan di KUHP Baru, Tak Beda Jauh dari yang Lama
-
Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Usai Kegiatan Pembelajaran di RS Jiwa Grhasia, Ini Pemicunya?
-
Polisi Tunggu Hasil Toksikologi, Penyebab Kematian Satu Keluarga di Warakas Masih Misteri
-
KAI Daop 1 Layani 1,6 Juta Penumpang Selama Libur Nataru 2025/2026
-
Marak Tawuran Lagi di Jakarta, Stres di Pemukiman Padat Picu Emosi Warga?