Pertanyaan inilah yang kemudian dipelintir dan dipotong oleh pihak tak bertanggung jawab, seakan-akan Sri Mulyani enggan negara menanggung gaji para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
Padahal, konteksnya adalah membuka diskusi mengenai keterbatasan APBN dan mencari solusi bersama untuk meningkatkan kesejahteraan pendidik.
Realita Pahit Kesejahteraan Guru dan Dosen
Di luar kontroversi hoaks tersebut, pernyataan Sri Mulyani secara tidak langsung menyoroti borok lama dalam sistem pendidikan nasional: kesejahteraan guru dan dosen yang masih jauh dari kata layak.
Kondisi ini bukan lagi sekadar keluhan di media sosial, melainkan sebuah realita pahit yang dihadapi jutaan pendidik di seluruh penjuru negeri.
Data dari Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menunjukkan fakta yang mencengangkan.
Rata-rata gaji pokok seorang dosen di perguruan tinggi negeri (PTN) hanya setara dengan 1,3 kali upah minimum provinsi (UMP).
Angka ini menempatkan Indonesia jauh di bawah negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Malaysia (3,41 kali UMP) dan bahkan Kamboja (6,6 kali UMP).
Kondisi lebih memprihatinkan dialami oleh guru honorer.
Baca Juga: Disebut Mengatakan Guru Beban Negara, Sri Mulyani: Hoax!
Menurut informasi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), banyak guru honorer yang mengabdi di daerah terpencil hanya menerima upah sekitar Rp200 - 300.000 per bulan.
Gaji tersebut bahkan seringkali bukan berasal dari anggaran negara secara langsung, melainkan dari alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ironisnya, beban kerja dan tanggung jawab yang mereka pikul sama beratnya dengan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Peran Menteri Keuangan dan Arah Kebijakan ke Depan
Sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani berada di posisi sentral dalam pengelolaan anggaran negara, termasuk alokasi dana pendidikan yang diamanatkan konstitusi sebesar 20 persen dari APBN.
Pernyataannya di ITB, meskipun disalahartikan, sejatinya membuka mata publik terhadap dilema fiskal yang dihadapi pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026