Menurut Triana, Putri secara rutin menerima kunjungan dari anak-anaknya.
Selain itu, ia juga aktif mengikuti kegiatan keagamaan di gereja lapas serta berbaur dalam program pembinaan bersama warga binaan lainnya.
Bahkan, karya-karya yang dihasilkannya dinilai memiliki kualitas yang baik.
"Karya-karya Bu Putri bagus-bagus dan kami ikutkan di pameran IPPAFest di Aloha PIK 2 beberapa waktu lalu," kata Triana, menambahkan sisi lain dari kehidupan Putri di balik jeruji besi.
Remisi ini semakin menjadi sorotan tajam mengingat latar belakang kasus yang menjeratnya.
Putri Candrawathi adalah figur sentral dalam salah satu drama kriminal paling menghebohkan di Indonesia: kasus "polisi tembak polisi" yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Kasus ini awalnya diselimuti skenario palsu yang menyebutkan bahwa Brigadir J tewas dalam aksi tembak-menembak dengan rekannya, Bharada Richard Eliezer, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap Putri.
Namun, investigasi mendalam membongkar kebohongan tersebut dan mengungkap fakta bahwa Brigadir J tewas dieksekusi atas perintah Ferdy Sambo, yang saat itu menjabat sebagai salah satu perwira tinggi Polri.
Putri Candrawathi dinyatakan terlibat dalam skenario pembunuhan berencana tersebut.
Baca Juga: Berapa Tahun Putri Candrawathi Istri Sambo Dipenjara? Dapat Remisi HUT RI 9 Bulan
Vonis awal yang dijatuhkan kepadanya adalah 20 tahun penjara.
Namun, hukumannya secara drastis dipangkas oleh Mahkamah Agung (MA) menjadi 10 tahun penjara dalam putusan kasasi.
Kini, dengan tambahan remisi sembilan bulan, masa hukuman yang harus dijalaninya kembali berkurang, memantik kembali luka dan rasa keadilan publik yang sempat terobati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek